Karena Orang-Orang Yang Lemah
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA
Seringkali kita merasa bangga jika memiliki kolega orang-orang yg berkedudukan, berpangkat, berharta dan berpengaruh. Bahkan jujur jika kita katakan, terkadang kita memandang sebelah mata thd orang-orang yg lemah ekonominya, tidak berkedudukan dan berharta.
Dalam medan dakwah, terkadang kita akan merasa kuat jika memiliki ikhwan yg kaya dan berkedudukan, sehingga kita sering tergelincir bergantung dgn mereka dan menyepelekan ikhwan-ikhwan yg tidak memiliki apa-apa.
Hal ini jg pernah terjadi dgn Nabi –shallallahu alaihi wa sallam– tatkala meninggalkan sahabat yg buta lagi fakir -Ibnu Ummi maktum- dan sibuk melayani pembesar quraisy, sehingga Allah menegurnya dgn surat “abasa”.
Terkadang seorang pemimpin merasa sepele dgn bawahannya; bapak dgn anak-anak maupun istrinya yg dianggapnya lemah dan tidak ada apa-apanya.
Ada seorang sahabat yg merasa lebih tinggi dan memiliki kedudukan di atas sahabat lainnya, maka Nabi-shallallahu alaihi wa sallam-menasehatinya dan berkata:
هل تُنصَرون وتُرزَقون إِلا بضعفائكم؟ أَخرجه البخاري.
“Bukankah kalian ditolong dan diberi rezeki (Allah) dikarenakan orang-orang lemah kalian? HR Bukhari.
Bahkan dlm riwayat Nasa’i Nabi menyebutkan:
(إِنما ينصُر الله هذه الأمةَ بضعيفها: بدعوتِهم، وصلاتِهم، وإِخلاصهم).
Sesungguhnya Allah akan menolong umat ini dgn sebab orang-orang yg lemah dari mereka, yaitu dengan doa, sholat dan keikhlasan mereka. HR Nasa’i.
Maka barang siapa yg INGIN SUKSES dlm segala hal, PERHATIKAN orang-orang yg LEMAH, kasihani mereka, dan bantulah mereka. Bukankah Nabi mengatakan: “kasihanilah orang-orang yg di bumi, maka akan kasih pada kalian Yang di langit (Allah).
Kepada pemilik yayasan, sekolah, lembaga pendidikan, panti asuhan, radio,dll… rahmati yg miskin, perhatikan mereka dan bantulah mereka, dan itulah kunci kesuksesan anda.






0 komentar:
Posting Komentar