This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Tsaqofah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tsaqofah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Januari 2016

TOLERANSI ANTAR AGAMA MENURUT ISLAM Dikutip dari Khotbah Jumat Dr. Ali Trigiatno Ditulis oleh Argo Ganda Gumilar A.md, AK

TOLERANSI ANTAR AGAMA MENURUT ISLAM
Dikutip dari Khotbah Jumat Dr. Ali Trigiatno
Ditulis oleh Argo Ganda Gumilar A.md, AK

Jumat (8/1), Toleransi berasal dari bahasa latin tolerare yang berarti memdiamkan atau membiarkan. Menurut wikipedia, toleransi adalah membiarkan orang lain berpendapat lain, melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita, tanpa kita ganggu ataupun intimidasi. Dalam konteks sosial, budaya, dan agama toleransi merupakan sikap dan perbuatan yang melaan adanya diskriminasi terhadap kelompok yang berbeda atau tidak diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat, sebagai contoh adalah toleransi beragama yang diartikan di mana penganut agama mayoritas menghormati keberadaan agama lain yang berbeda. Namun, terkadang toleransi antar umat beragama disalah artikan dengan ikut upacara ibadah agama tertentu dan turut serta di dalam perayaan hari-hari besar agama lain. Toleransi yang benar adalah membiarkan pemeluk agama lain nyaman dan aman dalam melaksanakan ibadahnya. Toleransi bukan diartikan mencampuradukkan agama satu dengan yang lain.
Islam membatasi pemeluknya perihal toleransi dengan dasar Surah Al-Kaafiruun ayat 1-6 :
1. Katakanlah, “Wahai orang-orang kafir,
2. aku tidak menyembah apa yang kamu sembah.
3. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
4. dan aku bukan penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah.
6. Bagi kamu agamamu dan bagiku agamaku
Ayat 6 menjelaskan, “Bagi kamu agamamu dan bagiku agamaku” menunjukkan keluasan agama Islam tidak memaksakan Islam kepada orang lain, masing-masing melaksanakan tuntutan agamnya dan tidak mencampuradukkan ajaran agama satu dengan agama lainnya.
Ibnu Ishaq meriwayatkan dengan sanadnya, dia berkata: “al-Aswad bin al-Muththalib bin Asad bin Abdul Uzzza, al-Walid bin al-Mughirah, Umayyah bin Khalaf serta al-Ash bin Wail as-Sahmiy (mereka merupakan orang-orang berpengaruh di tengah kaum mereka) menghadang Rasulullah yang tengah melakukan thawaf di Ka’bah sembari berkata: “Wahai Muhammad! Mari kami menyembah apa yang engkau sembah dan engkau menyembah apa yang kami sembah, sehingga kami dan engkau dapat berkongsi dalam menjalankan urusan ini; jika yang engkau sembah itu lebih baik dari apa yang kami sembah, maka berarti kami telah mengambil bagian kami darinya, demikian pula jika apa yang kami sembah lebih baik dari apa yang engkau sembah, maka berarti engkau telah mendapat bagianmu darinya”. Abd bin Humaid dan selainnya dari Ibnu Abbas bahwasanya orang-orang Quraish berkata: “Andaikata engkau usap tuhan-tuhan kami, niscaya kami akan menyembah tuhanmu”. Ibnu Jarir dan selainnya mengeluarkan darinya juga (Ibnu Abbas-red) bahwasanya orang-orang Quraish berkata kepada Rasulullah: “Engkau menyembah tuhan kami selama setahun dan kami menyembah tuhanmu selama setahun juga”. Namun, Nabi Muhammad SAW. menolak ajakan kaum kafir tersebut, sehingga turunlah Surah Al-Kaafiruun tersebut.
Riwayat lain ketika pembebasan Jerussalem oleh Umar bin Khattab pada tahun 637 M, saat itu pasukan Islam sudah mendekati Jerussalem di bawah pimpinan Uskup Sophronius sebagain perwakilan Bizantium dan kepala gereja Jerussalem. Ketika pasukan Islam di bawah kepemimpinan Khalid bin Walid dan Amr bin Ash mengepung kota suci tersebut, Sophronius tetap menolak untuk menyerahkan Jerussalem kepada umat Islam kecuali jika Khalifah Umar bin Khattab yang datang langsung menerima penyerahan darinya. Mendengar kabar tersebut, Umar langsung berangkat dari Madinah menuju Jerussalem dengan hanya mengendarai keledai dengan ditemani satu orang pengawal. Setibanya di Jerussalem, Umar disambut oleh Sophronius yang benar-benar merasa takjub dengan sosok pemimpin Islam satu ini. Salah seorang yang paling berkuasa di muka bumi kala itu, hanya menyandang pakaian sederahana yang tidak jauh berbeda dengan pengawalnya. Umar diajak berkeliling Jerussalem, termasuk mengunjungi Gereja Makam Suci. Ketika waktu shalat tiba, Sophroniun mempersilahkan Umar untuk shalat di gereja namun Umar menolaknya. Umar khawatir kalau seandainya beliau shalat di gereja tersebut, nanti umat Islam akan mengubah gereja itu menjadi masjid dengan dalih Umar pernah salat di situ, sehingga mendzalimi hak umat Nasrani. Pada akhirnya, Umar shalat di luar gereja, lalu tempat Umar shalat tersebut dibangun Masjid yang bernama Masjid Umar bin Khattab.
Membaca cerita tersebut, Umar bin Khattab mengkhawatirkan umat Islam pada zamannya dan pada zaman setelahnya apabila Umar shalat di dalam gereja, maka tidak menutup kemungkinan gereja akan diambil alih menjadi tempat ibadah umat Islam. Maka cukuplah bagi Umar bin Khattab bertoleransi dengan mengadakan perjanjian dengan Sephronius untuk menjaga harta, keamanan umat bergama di Jerussalem termasuk membiarkan gereja, salib-salib berdiri, masyarakat bebas menjalankan ibadah masing-masing tanpa ancaman, melindungi orang-orang lemah dan tidak memperbolehkan orang-orang Yahudi tinggal di Jerussalem (permintaan penduduk Jerussalem sendiri, karena saat itu penduduk Jerussalam tidak suka dengan orang-orang  Yahudi yang banyak membunuh tawanan Nasrani di wilayah Persia).
Saat ini, banyak toleransi antar umat beragama yang disalah artikan sehingga muncul pendapat yang berbeda-beda yang justru membingungkan kebanyakan masyarakat awam. Dengan ini mari kita kembali ke Islam yang kaffah yang sesungguhnya dalam menerjemahkan toleransi. Umat Islam saat ini seharusnya tetap berpegang teguh terhadap Al-Qur’an dan sunnah dalam melaksanakan toleransi di kehidupan bermasyarakat terutama di Indonesia. Islam hanya mengajarkan toleransi duniawi atau muamalah antar umat beragama bukan toleransi yang menyangkut amalan hidup di akhirat atau ibadah. Kita dianjurkan saling tolong menolong antar sesama manusia untuk mewujudkan kedamain dunia. Semoga Allah SWT. selalu memberikan hidayah kepada kita semua. © 2016

Minggu, 27 Desember 2015

Mengapa Tidak Ada yang Hafal Injil? Ini Jawaban Pendeta

Mengapa Tidak Ada yang Hafal Injil? Ini Jawaban Pendeta

Dalam sebuah acara debat terbuka secara ilmiah, seorang peserta iseng bertanya pada pendeta yang menjadi narasumber, adakah orang Kristen yang hafal Injil secara seluruhnya sebagaimana kaum muslimin yang yang hafal 30 juz Al Qur’an?

Bukannya menjawab pertanyaan tersebut dengan rasional dan berdasar fakta, pendeta tersebut justru malah menjawab dengan cara merendahkan Al Qur’an. Ia menyebut Al Qur’an gampang dihapalkan karena sangat tipis sekali. Berikut adalah jawaban pendeta,

“Di dunia ini tidak mungkin ada orang yang hafal Injil di luar kepala. Sejenius apa pun orang itu, mustahil baginya hafal Injil di luar kepala, karena itu merupakan buku yang sangat tebal, jadi sulit sekali untuk dihapalkan. Hal ini tentu berbeda dengan Al Qur’an. Al Qur’an bentuknya sangat tipis, makanya sangat mudah dihapal, Bahkan oleh anak-anak sekalipun” sanggah sang pendeta yang bertitel doktor bidang teologi tersebut.

Mendengarkan jawaban yang "aneh" tadi, H. Insan LS Mokoginta yang kebetulan juga mengikuti acara tersebut langsung mengajukan pertanyaan.

“Sebelumnya Maaf pak Pendeta, tadi bapak kata, Al Qur an adalah buku yang sangat tipis, makanya gampang dihapalkan. Namun, setipis-tipisnya Al Qur’an itu ada sekitar 500 sampai dengan 600 halaman, itu cukup banyak juga lho!! Realitanya, di dunia ini ada jutaan orang yang hapal Al Qur’an secara sempurna di luar kepala. Bahkan anak kecil pun banyak juga yang hapal di luar kepala, walaupun artinya belum dipahami. Sekarang saya mau bertanya, Alkitab itu terdiri dari 66 kitab bukan? Jika pak Pendeta hapal 1 surat saja di luar kepala (1/66 saja), semua yang hadir di sini jadi saksi, saya akan kembali masuk agama Kristen lagi!!” tegas H. Insan Mokoginta.

Mendengar pertanyaan dan tantangan ini, suasana forum menjadi ramai. Kalangan muslim yang ada di forum tersebut khawatir pendeta tersebut hafal salah satu surat dalam Injil, karena konsekuensinya sangat berat, H. Insan harus menjadi Kristen lagi. Raut wajah tegang juga terlihat dari muka sang pendeta dan para pendukungnya. Ada beberapa pendeta senior yang juga ikut hadir saat itu, mereka semua terdiam dengan wajah memerah. Ternyata.. tak ada satupun dari mereka yang hafal Injil walau hanya 1 ‘surat’.

Karena semua pendeta terdiam tak ada yang berani menjawab, Maka H. Insan kembali menurunkan tantangannya. Tak perlu satu surat, cukup hafal satu lembar Injil saja. Maka H. Insan kembali masuk kristen lagi.

“Maaf pak Pendeta, usia Anda ada yang sekitar 40, 50 dan 60 tahun bukan? Jika ada di antara pak Pendeta yang hafal satu lembar saja bolak-balik ayat Injil tanpa keliru titik dan komanya, saat ini semua yang hadir disini menjadi saksinya, Saya kembali menjadi Kristen lagi!! Silahkan pak!”

Suasana menjadi heboh dan lebih tegang dari sebelumnya. Para sahabat H. Insan yang ada di forum tersebut sempat khawatir karena Insan berani mempertaruhkan imannya demi hafalan sekecil itu. Namun dalam hati, H. Insan yakin seyakin yakinnya jika tak ada yang bisa menghapalnya.

Dan, Allahu Akbar.. ternyata benar. Wajah-wajah pendeta dan kaum kristen yang ada di forum tersebut tampak lesu. Tak ada satu pun yang berani menjawab tantangan Insan. Bahkan ketika insan menawarkan tantangan itu pada seluruh hadirin, bukan hanya pendeta yang berada di depan. Tak ada yang berkutik sama sekali.

“Mengapa Al Qur’an mudah dihapal? Karena ia adalah Kalamullah. Mu'jizat. Mengapa tak ada yang hafal Injil? Karena ia bukan mu'jizat,” demikian terang H. Ihsan sembari menjelaskan bahwa cetakan tahun berapapun dan di negara manapun, isi Al Qur’an pasti sama. Ketika satu negara mengadakan musabaqah tilawatil Qur’an dan didengar muslim dari negara lain, niscaya bisa diikuti dan dinilai bacaan itu benar atau salah.

Kesimpulan Ihsan itu membawa kegetiran tersendiri bagi orang-orang yang tak suka mendengarkan kebenaran sejati.

Senin, 14 Desember 2015

๐Ÿ“š JUMLAH HURUF2 DALAM AL-QURฤ€N LUAR BIASA IMAM SYAFI'I RA. SEJAK 1200 TAHUN YG LALU, KETIKA DUNIA BLM MENGENAL KOMPUTER ATAU ALAT PENGHITUNG LAINNYA, BELIAU SUDAH SANGGUP MENDATA MASING MASING HURUF QUR'AN SECARA DETAIL DAN AKURAT.

Telah menyebar broadcast seperti di bawah ini :

📚 JUMLAH HURUF2 DALAM AL-QURĀN
LUAR BIASA IMAM SYAFI'I RA.
SEJAK 1200 TAHUN YG LALU, KETIKA DUNIA BLM MENGENAL KOMPUTER ATAU ALAT PENGHITUNG LAINNYA, BELIAU SUDAH SANGGUP MENDATA MASING MASING HURUF QUR'AN SECARA DETAIL DAN  AKURAT.

Imam Syafi’e dalam kitab Majmu al Ulum wa Mathli ’u an Nujum dan dikutip oleh Imam Ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al Ilahiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur ’an diurut sesuai dengan banyaknya:

o Alif : 48740 huruf,
o Lam : 33922 huruf,
o Mim : 28922 huruf,
o Ha ’ : 26925 huruf,
o Ya’ : 25717 huruf,
o Wawu : 25506 huruf,
o Nun : 17000 huruf,
o Lam alif : 14707 huruf,
o Ba ’ : 11420 huruf,
o Tsa’ : 10480 huruf,
o Fa’ : 9813 huruf,
o ‘Ain : 9470 huruf,
o Qaf : 8099 huruf,
o Kaf : 8022 huruf,
o Dal : 5998 huruf,
o Sin : 5799 huruf,
o Dzal : 4934 huruf,
o Ha : 4138 huruf,
o Jim : 3322 huruf,
o Shad : 2780 huruf,
o Ra ’ : 2206 huruf,
o Syin : 2115 huruf,
o Dhadl : 1822 huruf,
o Zai : 1680 huruf,
o Kha ’ : 1503 huruf,
o Ta’ : 1404 huruf,
o Ghain : 1229 huruf,
o Tha’ : 1204 huruf dan terakhir
o Dza’ : 842 huruf.

Jumlah total semua huruf dalam Al- Qur ’an sebanyak 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu)📌  Jumlah ini sudah termasuk jumlah Huruf Ayat yang di-nasakh.

Setiap kali kita khatam, kita membaca 1 juta lebih huruf.
1 huruf = 1 kebaikan.
1 kebaikan = 10 pahala.

Kira-kira 10 juta pahala kita dapat jika khatam Quran.  Mudah2an ini menjadi motivasi kita untuk terus membaca Qurān dan semoga salah satu pintu Surga untuk pembaca Qurān memanggil kita untuk masuk Surga melaluinya.

Aamiin ALLAHumma Aamiin ~

Smoga bermanfaat.aamiin.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
KOMENTAR SAYA :

1⃣ Dalam Tafsir Ibnu Katsîr, dinyatakan sbb ;
وأما كلماته، فقال الفضل بن شاذان، عن عطاءِ بن يسار: سبع وسبعون ألف كلمة وأربعمائة وتسع وثلاثون كلمة. وأما حروفُه، فقال عبد الله بن كثير، عن مجاهد: هذا ما أحصينا من القرآن وهو ثلاثُمائِة ألفِ حرف وواحدٌ وعشرون ألفَ حَرْفٍ ومائَةٌ وثمانونَ حرفًا.

“Adapun jumlah kata di dalam al-Quran, Fadhl bin Syâdzan berkata, dari Atha’ bin Yasar, yang mengatakan, (al-Qur'an) ada 77439 kata. Adapun jumlah hurufnya, Abdullah bin Katsîr mengatakan dari Mujahid :, “Menurut yang telah kami hitung dari al-Quran, jumlah hurufnya ada 321.180 huruf.” (Tafsir Ibn Katsîr : I/98).

Jumlah nya tidak sampai 1 juta sebagaimana klaim di atas

2⃣ Saya bingung dg tulisan di atas tsb. Dikatakan :
"Dikutip oleh Imam Ibn 'Arabi dalam mukadimah al-Futuhat al-Ilahiyah", padahal setau saya kitab al-Futuhat al-Ilahiyah (Hasyiatul Jumal alal Jalalain) itu ditulis oleh Sulaiman bin 'Umar al-Ujaili yg wafat  tahun 1.204 H. (jarak yg jauh dg Ibn Arabi).
Kalo yg ditulis oleh Ibnu Arabi itu adalah kitab sufi yg berjudul Futuhat al-Makkiyah, dan Ibnu Arabi itu dinilai oleh ulama Ahlis Sunnah sebagai tokoh sufi zindiq!

3⃣ Kalo itu memang bersandar dengan kitab “مجموع العلوم ومطلع النجوم” karya an-Nasafi, maka isinya berdasarkan penjelasan KH Abdul Nashir Abdul Fatah (Pondok Bahrul Ulum, Tambak Beras) dg huruf Pegon sbb ;
الإمام النسفي رحمه الله تعالى يبوتنا أنا إع كتابي “مجموع العلوم ومطلع النجوم” مغكيني: رينجيياني حروفي القرآن الكريم إيكو: ألف: 48740 حرف/ باء: 11420 حرف/ تاء: 1404 حرف/ ثاء: 10480 حرف/ جيم: 3322 حرف/ حاء: 4138 حرف/ خاء: 2503 حرف/ دال: 5998 حرف/ ذال: 4934 حرف/ راء: 2206 حرف/ زاء: 1680 حرف/ سين: 5799 حرف/ شين: 2115 حرف/ صاد: 2780 حرف/ ضاد: 1882 حرف/ طاء: 1204 حرف/ ظاء: 842 حرف/ عين: 9470 حرف/ غين: 1229 حرف/ فاء: 9813 حرف/ قاف: 8099 حرف/ كاف: 8022 حرف/ لام: 33922 حرف/ ميم: 28922 حرف/ نون: 14000 حرف/ هاء: 26925 حرف/ واو: 25506 حرف/ لام ألف: 14707 حرف/ ياء: 25717 حرف[2]. دادي جملهي حروفي القرآن الكريم إيكو أكيهي أنا: 317779    

Huruf total nya : 317.779

4⃣ Walau bermaksud baik, namun hendaknya sebelum membroadcast sesuatu hal dicek dulu keabsahan dan keilmiahannya.

Wallâhu a'lam.
✏___ Al-Ustâdz Abû Salmâ Muhammad bin Burhan bin Yusuf Al-Atsari Hafizhahullâh
📱@abinyasalma
🌐 rachdie.wordpress.com I abusalma.net
#⃣ Channel Telegram Ilmu dan Dakwah "Al-Wasathiyah wal I'tidâl"

♻Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📁Grup WA & TG Dakwah Islam
📩TG Bot : @DakwahIslam_Bot
🌐TG Channel : @DakwahIslam

Share yuk semoga saudara anda mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

๐Ÿ“š Panduan Perayaan Maulid Nabi

📚 Panduan Perayaan Maulid Nabi

✒ Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi Hafizhahullâh
🌐 Abiubaidah.com

Kahuilah wahai saudaraku -semoga Alloh memberi pemahaman kepadamu- bahwa perayaan maulid Nabi tidaklah dikenal di zaman Nabi Muhammad Shallallâhu 'alaihi wa sallam, para sahabat, para tabiin dan tabi’ut tabiin. Dan tidak dikenal oleh Imam-imam madzhab: Abu Hanifah, Malik, Ahmad, dan Syafi’i sekalipun karena memang perayaan ini adalah perkara baru (baca: bid’ah).

Adapun orang yang pertama kali mengadakannya adalah Bani Ubaid Al-Qaddakh yang menamai diri mereka dengan “Fathimiyyun”. Mereka memasuki kota Mesir tahun 362 H.

Dari sinilah kemudian mulai tumbuh berkembang perayaan maulid secara umum dan maulid Nabi secara khusus.

Al-Imam Ahmad bin Ali Al-Miqrizi -seorang ulama ahli sejarah- mengatakan: “Para khalifah Fathimiyun mempunyai perayaan yang bermacam-macam setiap tahunnya. Yaitu perayaan tahun baru, perayaan Asyura’, perayaan maulid Nabi, maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan, maulid Husain, maulid Fathimah Az-Zahra dan maulid khalifah. Perayaan awal bulan Rajab, awal Sya’ban, nisfu Sya’ban, awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan dan penutupan Ramadhan ….”. (Al-Mawaidz wal I’tibar bi Dzikril Khuthathi wal Atsar 1/490)

Imam Abu Hafsh Tajuddin Al-Fakihani berkata, “Amma ba’du, banyak muncul pertanyaan dari saudara-saudara kami tentang perkumpulan yang biasa diamalkan sebagian manusia pada bulan Rabi’ul Awal, yang mereka namakan dengan maulid. Adakah dalilnya? Ataukah itu perkara bid’ah dalam agama? Maka saya katakan, “Saya tidak mengetahui dalil tentang maulid ini baik dari Al-Qur’an maupun Hadits. Tidak pula dinukil dari seorang pun dari kalangan ulama umat yang merupakan panutan dalam agama, yaitu orang-orang yang berpegang teguh terhadap ajaran para pendahulu. Bahkan maulid ini merupakan perkara bid’ah yang dibuat-buat oleh para pengangguran dan dorongan nafsu syahwat yang dipertuhankan oleh orang-orang yang buncit perut (suka makan).” (Al-Maurid fi Amalil Maulid, hlm. 8-9)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Demikian pula apa yang diada-adakan oleh sebagian manusia tentang perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam, padahal ulama telah berselisih tentang (tanggal) kelahirannya. Semua ini tidak pernah dikerjakan oleh generasi salaf (Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in) … dan seandainya hal itu baik, tentu para salaf lebih berhak mengerjakannya daripada kita. Karena mereka jauh lebih cinta kepada Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam, dan mereka lebih bersemangat dalam melaksanakan kebaikan. Sesungguhnya cinta Rasul adalah dengan mengikuti beliau, menjalankan perintahnya, menghidupkan sunnahnya secara zhahir dan batin, menyebarkan ajarannya dan berjihad untuk itu semua, baik dengan hati, tangan, ataupun lisan. Karena inilah jalan para generasi utama dari kalangan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan.” (Iqtidha’ Shiratil Mustaqim 2/123-124).

[Telegram Channel Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi Hafizhahullâh]

♻Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📁Grup WA & TG Dakwah Islam
📩TG Bot : @DakwahIslam_Bot
🌐TG Channel : @DakwahIslam

Share yuk semoga saudara anda mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Sabtu, 12 Desember 2015

HAL2 YG MUNGKIN TIDAK TAHU TAPI PERLU TAHU !

HAL2 YG MUNGKIN TIDAK TAHU TAPI PERLU TAHU !

🐜  Permasalahan dg semut:
       Semut benci timun. 
       TARUH kulit ketimun di dkt tempat2 yg ada semut atw di lubang semut.   

 🎆  Utk mengkilapkan kaca:
        "Bersihkan dg Sprite"

  💨 Utk melepas permen karet dari baju:
        "Taruh bajunya di dlm freezer selama satu jam"

💭   Utk memutihkan baju:
        "Rendam baju putih di dalam air hangat bersama dg seiris lemon selama 10 menit" 

 🙇  Utk menghasilkan rambut yg berkilau: 
        "Beri satu sendok teh cuka (vinegar) ke rambut kemudian cuci rambutnya"

 🍋  Utk mendapatkan jus perasan sebanyak2nya dari lemon:
        "Rendam lemon di air hangat selama sejam kemudian baru diperas"

🍞  Utk menghindari bau kol ketika memasak: 
       "Taruh sepotong roti di atas kol di dlm wadahnya ketika memasak"

👕  Menghilangkan tinta dari baju:
       "Kasih odol 🍥agak banyak di bagian bertinta dan biarkan sampai bnr2 mengering, baru setelah itu dicuci"

 🐀  Utk menyingkirkan tikus: 
       "Tabur lada hitam di tmpt2 yg ada tikusnya. Mereka akan kabur"

🍸 Minum air putih sblm tidur..
       "Sekitar 90% dari serangan jantung terjadi di dini hari dan resiko ini bs dikurangi dg meminum satu atw dua gelas air putih sblm tidur di malam hari"

💐 Kita tahu air itu penting tp kita tdk pernah tahu ttg saat2 tertentu kita harus minum.. 

💦 Meminum air di waktu-waktu yg tepat ⏰ memaksimalkan khasiatnya utk tubuh manusia :

      1⃣  1 gelas air putih ketika bangun tidur - 🕕⛅ membantu mengaktifkan organ2 dalam..
       2⃣  1 gelas air putih 30 menit  🕧 sblm makan - membantu pencernaan..
       3⃣ 1 gelas air putih sblm mandi 🚿 - membantu menurunkan tekanan darah.
       4⃣ 1 gelas air putih sblm tidur - 🕙 menghindarkan dari stroke dan serangan jantung.

🃏 Pepatah Cina mengatakan:
      'Ketika seseorang berbagi sesuatu yg bermanfaat dan kamu mendptkan manfaat dari itu maka kamu punya obligasi moral utk membagi hal itu juga ke org lain.'

Saya telah melakukan obligasi saya...😄 🏁___🐎_____________ _🐢...
kirim ini ke tiga grup dan lihatlah keajaibannya. Si kura2 akan menyusul kudanya

Selasa, 27 Oktober 2015

Sejarah Beridinya Hidayatullah Dan Tentang Pendirinya


Gunung tembak hanyalah sebuah perkampungan kecil, 33 km sebelah timur kota minyak Balikpapan.Dikawasan yang semula kering kerontanginilah,Ustadz Abdullah said (alm)“menyulapnya” menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang subur.Tanah yang awalnya mustahil untuk di tanami karena kadar asam (PH) dan kandungan zat bezinya (FE) yang sangat tinggi, dalam waktu realities singkat berubah menjadi perkebunan jeru, salak, cengkeh, rambutan, bahkan padi dan sayur-sayuran. Disitulah benih pesantren Hidayatullah bersemi.

 Oleh karena itu pendiri pesantren Hidayatullah yaitu ustad Abdullah said yang jiwanya sudah kuat dan hatinya terusik benih iman sebagai landasan hidup, akan timbul sebuah pemikiran dan wawasan dalam arena perjuangannya. Hati dan perasaan selalu menggelora dan terus menggeliat mencari peluang untuk menyampaikan idiologi tauhid kepada semua insane.

 Ustad Abdullah said bersama teman-teman yang dekat dengannya tidak pernah tenang hatinya sebelum misinya tercapai yaitu mengajak kepada masyarakat yang semula tidak mengenal islam atau sudah islam tapi setengah-setengah supaya berislam secara kaffah dengan berpengangan Al-Qur’an dan Hadist sebagai pedoman.

karena visi Al-qur’an itu sendiri adalah kaffatan linnas dan Rohmatan lil’alamin.

 Dan dari Gunung Tembak situalah benih pesantren Hidayatullah bersemi,hingga kini telah berdiri cabangnya di hamper setiap kota,kabupaten di Indonesia.

Atas upaya keras para santri dan ustadz Hidayatullah pun mendapatkan penghargaan tata ruang International dan kalpataru tahun 1984.

 Namun penghargaan maupun penilain,bukanlah segalanya. Yang hendak diupayakan adalah menyelamatkan lingkungan: baik alam, tumbuhan, binatang, terlebih lagi manusia. Itulah sasaran utamanya, agar nilai-nilai kemanusian tidak hancur oleh keserakahan dan kedzoliman, dalam rangka menggapai ridho Alloh Swt.

 Namun ibarat tak ada angina tak ada hujan. Ditengah perkampungan sunyi iyu, dengan fasilitas wargayang serba sederhana, sekumpulan anak – anak yatim, para ustad, santri, dan warga biasa yang juga hidup bersahaja, dituding CIA (Central Intellepigence Agence) sebagai tempat penggodokan para teroris. Disebut sebutlah Hidayatullah sebagai jaringan Al-Qaidah di Indonesia. Koran-koran yahudi AS, The New York Times dan The Washington Post, juga situs media Time.com serta CNN.com edisi 17 September 2002 mengungkapkan, Hidayatullah adalah tempat pelatihan islam radikal di Indonesia yang berada di bawah jaringan Al-Qaidah.



Bagai mana mungkin hal itu terjadi?padahal perkampungan Gunung tembak berdampingn dengan masyarakat kampong yang terkenal kampong tertip”, Di kampung ini ada pasar, Para pedagang, kerap keluar masuk kedalam pesantren  untuk menawarkan barang dagangannya.Halnya para santri, mereka kerap mencari keperluan sehari-hari di pasar tersebut.

Dari kota Balikpapan, sebelum sampai di Gunung tembak, kita akan melewati empak pangkalan Militer AD dan AU, Sebuah Yonif 600 Lintas Udara (Linud) Sepinggan, dan juga pangkalan Lunama Kopas TNI AU yang bertugas mengamankan  Bandara Intertional Sepinggan.Agak keselatan tepatnya di desa Manggar, terdapat Asrama pasukan Batalyon 612 TNI AD, dan sebuah Batalyon Dodiklat (Komando Pendidikan dan Latihan) dari kodam VI Tanjungpura. Jarak desa Manggar dengan Pesantren Hidayatulloh, Gunung Tembak, hanya 13 km.Dengan peta yangdemikian, rasionalkah apa yang mereka tuduhkan itu?

 Mmang, jantung utama kehidupan di kampus seluas 150 hektar ini adalah masjid agung “Ar-Riyadhoh”. Dari 200 penghuni Pesantren Hidayatullah, hamper 1/3 waktu mereka sehari (delapan jam) habis di masjid. Aktifitas kampus di mulai pukul 02.30 dinihari, sebuah mobil patroli dengan dua buah serine meraung-raung mengelilingi kampus. Seluruh santri dan warga dibangunkan untuk sholat lail, sholat subuh kemudian tadarrus atau wirid. Acara selanjutnya, santri menyetor hafalan kepda para ustadz. Aktifitas ini berlangsung hingga pukul 06.00 pagi, dan setiap hari.

 Secara intens, nilai-nilai yang di tebar disini adalah aqidah berjalan simultan, baik dikelas, dilapangan, maupun dimajelis-majelis pondok. Segala aktivitasnya diarahkan agar santri dan warga memiliki tauhid yang kuat yang hanya menggantungkan semuanya pada kekuatan Ilahi Robbi. Kerena pola pendidikan yang sedemikian sehingga tidak heran bila para santri yang di tugaskan ke daerah, memiliki mental “jihat total” dalam arti tidak memiliki rasa takut terhadap apapun dan di medan tugas mana pun.

 “Dengan penugasan ke daerah, kami semakin yakin akan bimbingan dan bantuan Alloh dan berusaha mengurangi ketergantungan kepada yang lain, sehingga hanya Alloh tempat memohon bantuan,”ungkap Nur Yahya Asa, Santri yang kini bertugas dia Aceh, dengan yakin.

Karena inilah aqidah yang diintrodusir, Allohuyarham Abdulah said, pernah memberi tiga catatan dalam “Diklat Syahadat”-nya.pertama, bersiaplah menghapi malapetaka, dimana kondisi sangat tidak menyenangkan dating dengan tiba-tiba, yang dapat mengurangi semangat dan keikhlasan kita. Kedua, kesengsaraan dengan kehidupan yang serba sakit dan pahit, serba terbatas, seraba memperihatinkan  dalam tempo yang tidak sebentar. Ketiga, munculnya goncangan akibat pel bagai ujian dan cobaan dating bertubi tubi, ditambah beban yang terus meningkat, sementara kemampuan yang ada tidak mendukung.

 Sementara di sektor eskternal, karena kita datang dengan satu sikap, satu pendirian,membawa satu prinsip yang tidak bias ditawar, kalimat tauhid laa ilaaha illallah, maka sangat wajar bila mana langsung diasambut oleh benturan kaum kafir. Upaya untuk mencelakakan, merugikan bahkan penghancuranakan senan tiasa ada. Bentuk bias lewat sabotase ekonomi, issu dan fitnah politik, serta gangguan-gangguan lain untuk menggoyahkan pendirian, sehingga mereka yang berusaha menjaga dan melihara aqidah (syahadat)-nya dibuat menjadi sengsara.

Kepada Alloh Swt jualah kembalinya segala urusan. Wamakaru wa makarallaha wallahu hkairul maakiriin.

DIPOSKAN OLEH BAYTI JANNATI DI 08.42