This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Kisah Dan Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Dan Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Februari 2016

IJINKAN aku bicara tentang makna kecil partisipasi kita.

"Partisipasi"
(Salim A Fillah)

IJINKAN aku bicara tentang makna kecil partisipasi kita.

Mungkin kau adalah peserta atau juga bahkan adalah pengisi, ataupun sekedar orang yang pernah melihat dan menemui fenomena seperti ini, di zaman ini:

“… Ketika beliau keluar tiba-tiba beliau dapati para sahabat duduk dalam halaqoh (lingkaran). Beliau bertanya, “Apakah yang mendorong kalian duduk seperti ini?”

Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir dan memuji Alloh atas hidayah yang Alloh berikan sehingga kami memeluk Islam.”

Maka Rosululloh bertanya, “Demi Alloh, kalian tidak duduk melainkan untuk itu?”

Mereka menjawab, “Demi Alloh, kami tidak duduk kecuali untuk itu.” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya saya bertanya bukan karena ragu-ragu, tetapi Jibril datang kepadaku memberitahukan bahwa Alloh membanggakan kalian di depan para malaikat.” (HR. Muslim, dari Mu’awiyah)

Di tempat inilah disambung keteladanan sejarah

Di forum seperti yang dicontohkan para sahabat, para ghuroba’(orang-orang terasing) masa kini mewujudkan sabda Nabi bahwa mu’min itu cermin bagi Mu’min yang lain.

Mereka saling bercermin diri, tentang perkembangan tilawah al-Qur’an dan hafalannya, tentang sholat malamnya, dan tentang puasa sunnahnya.

Semangatnya tergugah mendengar yang lain menyalip amal-amalnya.

Ia jadi malu mendapati dirinya tak bisa mengatur waktu.

Mereka saling menyebutkan kabar gembira sampai semua merasa bahagia mendengar salah seorang sahabatnya mendapat nilai A.
Mereka saling berbagi agar masalah tak terasa sendiri dihadapi.
Ada yang bercerita tentang amanah-amanah da’wahnya yang katanya semakin mengasyikkan, atau semakin menantang. Yang berkeluasan rizqi membawakan pisang goreng yang tadi pagi dibuat ibunya, atau mangga yang dipetik dari halaman rumahnya.

Sesekali mereka ganti setting forumnya, dengan menginap agar bisa lebih panjang bercengkerama.
Lalu mereka dirikan Qiyamullail bersama. Pernah juga mereka lakukan wisata. Mereka bertemu di tempat rekreasi yang sepi, mengingat Ilahi dan mengagumi kebesaran ciptaan-Nya.
Mereka berdiskusi disaksikan air terjun, punggung bukit bercemara, hutan berlembah yang menawan, atau pasir pantai memutih diterpa gelombang.

Tentu saja yang jauh lebih utama, mereka mengingat Alloh dalam sebuah kumpulan, agar Alloh mengingat mereka dalam kumpulan yang lebih baik.
Mereka baca kitabulloh, mereka kupas isinya, mereka dapati bahwa al-Qur’an menyuruh mereka bersaudara dalam cinta dan mentauhidkan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Tidak ada tekad ketika bubar dan saling bersalaman mendoakan, selain agar yang mereka bahas menjadi amal kenyataan.

“Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Alloh, mereka membaca kitabulloh, dan mempelaiarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rohmat meliputi majelisnya, Malaikat menaungi mereka, dan Alloh menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim, dari Abu Huroiroh)

Di sana bisa kita jumpai wajah saudara yang jenaka, yang pendiam, dan yang tampak lelah karena banyak amanah.

Tapi Subhanalloh… Ini adalah cahaya yang bergetar di antara mereka. Ia bergetar untuk menjadi refleksi jiwa, percepatan perbaikan diri dan perbaikan ummat dalam medium atmosfer cinta.

Saya tak ragu lagi menyebut forum yang terkenal dengan kata liqo’at (pertemuan) ini, sebagai Getar Cahaya di Atmosfer Cinta.

Bahkan ketika suatu waktu Anda yang belum pernah mengikuti forum ini tidak sengaja menemui mereka sedang ada di Masjid Kampus, Musholla Sekolah, rumah seorang Ustadz atau markaz da’wah, lalu Anda bergabung dengan niat serta keperluan yang lain atau mungkin karena iseng saja, Anda takkan pernah kecewa. Percayalah, Anda tak akan pernah kecewa.

Seorang malaikat berkata, “Robbi, di majelis itu ada orang yang bukan dari golongan mereka, hanya bertepatan ada keperluan maka datang ke majelis itu.” Alloh berfirman, “Mereka adalah ahli majelis yang tiada akan kecewa siapa pun yang duduk membersamainya!” (Muttafaq ‘Alaih, dari Abu Huroiroh)

Maka demi Alloh, apa yang Anda tunggu?

Perkenalkan diri Anda pada mereka sejelas-jela
snya.

Katakan, Anda ingin bergabung dengan pertemuan pekanan mereka.

Kalau majelis itu sudah terlalu sesak, lalu efektifitasnya drop, pengasuh majelis itu pasti akan mencarikan sebuah majelis lain yang indah untuk Anda.

Kalau di sekolah Anda dan di kampus Anda ada kegiatan bernama Mentoring, Asistensi Agama Islam atau nama lainnya, barangkali itu pintu lain bagi Anda memasuki Getar Cahaya di Atmosfer Cinta ini.

Setelah itu, bisa jadi Alloh akan menguji Anda. mungkin dengan perasaan Anda bahwa majelis ini tidak seperti yang Anda harapkan. Maka bersabarlah.

“Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Alam Nasyroh [94]: 5-6)

***
Beberapa teman  mengeluh mendapati beberapa saudaranya telah berubah ketika pindah ke lain kota.

Ada gambaran, betapa sulitnya menjaga istiqomah ketika jauh dari lingkungan iman semula.

Apa yang diceritakan Hanzholah ibn ar-Robi’, bisa menjadi ‘ibroh bahwa pertemuan sesaat demi sesaat dalam majelis ini adalah sarana penjaga konsistensi dan sikap istiqomah -yang kadang-kadang tanpa perlu kita sadari-.

Ketika Abu Bakr berkunjung dan menanyakan kabarnya, Hanzholah pun menjawab, “Hanzholah telah menjadi munafiq!”.

Terperanjat Abu Bakr, lalu ia berkata, “Subhanalloh, apa yang engkau ucapkan?”
Kata Hanzholah, “Kita sering bersama Rosululloh, beliau mengingatkan kita tentang surga dan neraka seolah-olah kita melihatnya dengan mata kepala.
Namun ketika kita keluar dari sisi Rosululloh, bercengkerama dengan anak-anak serta sibuk dengan pekerjaan, kita pun banyak melupakannya.”

“Demi Alloh! Sesungguhnya kami juga merasakan hal seperti ini!”, sahut Abu Bakr membenarkan.

Tak ada curhat yang lebih indah daripada curhat para sahabat. Ya, mereka pun kembali pada Murobbi-nya, Rosululloh Mushthofa.

Dan beliau pun menenteramkan hati para binaannya.

“… Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya. Seandainya kalian selalu dalam keadaan sebagaimana ketika kalian ada di sisiku dan dalam berdzikir, niscaya Malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat-tempat tidur, dan di jalan-jalan kalian. Akan tetapi sesaat demi sesaat, wahai Hanzholah! Sesaat demi sesaat, wahai Hanzhalah. Sesaat demi sesaat!”(HR. Muslim dalam Shohihnya, dari Hanzholah)

Akal sehat para peserta liqo’at menuntun mereka untuk menghayati bahwa majelis ini adalah bagian paling asasi dari hidup mereka.

Ada waktu yang harus diprioritaskan untuknya lebih dari segala aktivitas lainnya.

Kaidahnya jelas: kalau ia tak bersama mereka, ia takkan bersama siapa-siapa; kalau mereka tak bersama dengannya, mereka pasti bersama dengan orang selain dia.

Kadang kita tak merasakan nikmatnya majelis kebersamaan ini.

Padahal, orang lain akan melihat kita berubah dan semakin buruk saat kita berhenti menghadirinya untuk suatu waktu yang cukup lama.

Memang, ia hanya sepekan sekali.

Tetapi bagaimanapun kita tahu, majelis ini adalah majelis ‘ilmu dan dzikir yang tak berhenti sampai tutup usia.

Ketika mereka menutup pertemuan dan pergi untuk keperluan masing-masing, lingkaran itu hanya melebar. Ia melebar seluas aktivitas mereka.

Tentu. Untuk berpartisipasi bagi ummat dalam jangkauannya, mendistribusikan kesholihan yang terasa manis direguknya

#back to melingkar

Sabtu, 30 Januari 2016

IJINKAN aku bicara tentang makna kecil partisipasi kita.

"Partisipasi"
(Salim A Fillah)

IJINKAN aku bicara tentang makna kecil partisipasi kita.

Mungkin kau adalah peserta atau juga bahkan adalah pengisi, ataupun sekedar orang yang pernah melihat dan menemui fenomena seperti ini, di zaman ini:

“… Ketika beliau keluar tiba-tiba beliau dapati para sahabat duduk dalam halaqoh (lingkaran). Beliau bertanya, “Apakah yang mendorong kalian duduk seperti ini?”

Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir dan memuji Alloh atas hidayah yang Alloh berikan sehingga kami memeluk Islam.”

Maka Rosululloh bertanya, “Demi Alloh, kalian tidak duduk melainkan untuk itu?”

Mereka menjawab, “Demi Alloh, kami tidak duduk kecuali untuk itu.” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya saya bertanya bukan karena ragu-ragu, tetapi Jibril datang kepadaku memberitahukan bahwa Alloh membanggakan kalian di depan para malaikat.” (HR. Muslim, dari Mu’awiyah)

Di tempat inilah disambung keteladanan sejarah

Di forum seperti yang dicontohkan para sahabat, para ghuroba’(orang-orang terasing) masa kini mewujudkan sabda Nabi bahwa mu’min itu cermin bagi Mu’min yang lain.

Mereka saling bercermin diri, tentang perkembangan tilawah al-Qur’an dan hafalannya, tentang sholat malamnya, dan tentang puasa sunnahnya.

Semangatnya tergugah mendengar yang lain menyalip amal-amalnya.

Ia jadi malu mendapati dirinya tak bisa mengatur waktu.

Mereka saling menyebutkan kabar gembira sampai semua merasa bahagia mendengar salah seorang sahabatnya mendapat nilai A.
Mereka saling berbagi agar masalah tak terasa sendiri dihadapi.
Ada yang bercerita tentang amanah-amanah da’wahnya yang katanya semakin mengasyikkan, atau semakin menantang. Yang berkeluasan rizqi membawakan pisang goreng yang tadi pagi dibuat ibunya, atau mangga yang dipetik dari halaman rumahnya.

Sesekali mereka ganti setting forumnya, dengan menginap agar bisa lebih panjang bercengkerama.
Lalu mereka dirikan Qiyamullail bersama. Pernah juga mereka lakukan wisata. Mereka bertemu di tempat rekreasi yang sepi, mengingat Ilahi dan mengagumi kebesaran ciptaan-Nya.
Mereka berdiskusi disaksikan air terjun, punggung bukit bercemara, hutan berlembah yang menawan, atau pasir pantai memutih diterpa gelombang.

Tentu saja yang jauh lebih utama, mereka mengingat Alloh dalam sebuah kumpulan, agar Alloh mengingat mereka dalam kumpulan yang lebih baik.
Mereka baca kitabulloh, mereka kupas isinya, mereka dapati bahwa al-Qur’an menyuruh mereka bersaudara dalam cinta dan mentauhidkan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Tidak ada tekad ketika bubar dan saling bersalaman mendoakan, selain agar yang mereka bahas menjadi amal kenyataan.

“Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Alloh, mereka membaca kitabulloh, dan mempelaiarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rohmat meliputi majelisnya, Malaikat menaungi mereka, dan Alloh menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim, dari Abu Huroiroh)

Di sana bisa kita jumpai wajah saudara yang jenaka, yang pendiam, dan yang tampak lelah karena banyak amanah.

Tapi Subhanalloh… Ini adalah cahaya yang bergetar di antara mereka. Ia bergetar untuk menjadi refleksi jiwa, percepatan perbaikan diri dan perbaikan ummat dalam medium atmosfer cinta.

Saya tak ragu lagi menyebut forum yang terkenal dengan kata liqo’at (pertemuan) ini, sebagai Getar Cahaya di Atmosfer Cinta.

Bahkan ketika suatu waktu Anda yang belum pernah mengikuti forum ini tidak sengaja menemui mereka sedang ada di Masjid Kampus, Musholla Sekolah, rumah seorang Ustadz atau markaz da’wah, lalu Anda bergabung dengan niat serta keperluan yang lain atau mungkin karena iseng saja, Anda takkan pernah kecewa. Percayalah, Anda tak akan pernah kecewa.

Seorang malaikat berkata, “Robbi, di majelis itu ada orang yang bukan dari golongan mereka, hanya bertepatan ada keperluan maka datang ke majelis itu.” Alloh berfirman, “Mereka adalah ahli majelis yang tiada akan kecewa siapa pun yang duduk membersamainya!” (Muttafaq ‘Alaih, dari Abu Huroiroh)

Maka demi Alloh, apa yang Anda tunggu?

Perkenalkan diri Anda pada mereka sejelas-jela
snya.

Katakan, Anda ingin bergabung dengan pertemuan pekanan mereka.

Kalau majelis itu sudah terlalu sesak, lalu efektifitasnya drop, pengasuh majelis itu pasti akan mencarikan sebuah majelis lain yang indah untuk Anda.

Kalau di sekolah Anda dan di kampus Anda ada kegiatan bernama Mentoring, Asistensi Agama Islam atau nama lainnya, barangkali itu pintu lain bagi Anda memasuki Getar Cahaya di Atmosfer Cinta ini.

Setelah itu, bisa jadi Alloh akan menguji Anda. mungkin dengan perasaan Anda bahwa majelis ini tidak seperti yang Anda harapkan. Maka bersabarlah.

“Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Alam Nasyroh [94]: 5-6)

***
Beberapa teman  mengeluh mendapati beberapa saudaranya telah berubah ketika pindah ke lain kota.

Ada gambaran, betapa sulitnya menjaga istiqomah ketika jauh dari lingkungan iman semula.

Apa yang diceritakan Hanzholah ibn ar-Robi’, bisa menjadi ‘ibroh bahwa pertemuan sesaat demi sesaat dalam majelis ini adalah sarana penjaga konsistensi dan sikap istiqomah -yang kadang-kadang tanpa perlu kita sadari-.

Ketika Abu Bakr berkunjung dan menanyakan kabarnya, Hanzholah pun menjawab, “Hanzholah telah menjadi munafiq!”.

Terperanjat Abu Bakr, lalu ia berkata, “Subhanalloh, apa yang engkau ucapkan?”
Kata Hanzholah, “Kita sering bersama Rosululloh, beliau mengingatkan kita tentang surga dan neraka seolah-olah kita melihatnya dengan mata kepala.
Namun ketika kita keluar dari sisi Rosululloh, bercengkerama dengan anak-anak serta sibuk dengan pekerjaan, kita pun banyak melupakannya.”

“Demi Alloh! Sesungguhnya kami juga merasakan hal seperti ini!”, sahut Abu Bakr membenarkan.

Tak ada curhat yang lebih indah daripada curhat para sahabat. Ya, mereka pun kembali pada Murobbi-nya, Rosululloh Mushthofa.

Dan beliau pun menenteramkan hati para binaannya.

“… Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya. Seandainya kalian selalu dalam keadaan sebagaimana ketika kalian ada di sisiku dan dalam berdzikir, niscaya Malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat-tempat tidur, dan di jalan-jalan kalian. Akan tetapi sesaat demi sesaat, wahai Hanzholah! Sesaat demi sesaat, wahai Hanzhalah. Sesaat demi sesaat!”(HR. Muslim dalam Shohihnya, dari Hanzholah)

Akal sehat para peserta liqo’at menuntun mereka untuk menghayati bahwa majelis ini adalah bagian paling asasi dari hidup mereka.

Ada waktu yang harus diprioritaskan untuknya lebih dari segala aktivitas lainnya.

Kaidahnya jelas: kalau ia tak bersama mereka, ia takkan bersama siapa-siapa; kalau mereka tak bersama dengannya, mereka pasti bersama dengan orang selain dia.

Kadang kita tak merasakan nikmatnya majelis kebersamaan ini.

Padahal, orang lain akan melihat kita berubah dan semakin buruk saat kita berhenti menghadirinya untuk suatu waktu yang cukup lama.

Memang, ia hanya sepekan sekali.

Tetapi bagaimanapun kita tahu, majelis ini adalah majelis ‘ilmu dan dzikir yang tak berhenti sampai tutup usia.

Ketika mereka menutup pertemuan dan pergi untuk keperluan masing-masing, lingkaran itu hanya melebar. Ia melebar seluas aktivitas mereka.

Tentu. Untuk berpartisipasi bagi ummat dalam jangkauannya, mendistribusikan kesholihan yang terasa manis direguknya

#back to melingkar

IJINKAN aku bicara tentang makna kecil partisipasi kita.

"Partisipasi"
(Salim A Fillah)

IJINKAN aku bicara tentang makna kecil partisipasi kita.

Mungkin kau adalah peserta atau juga bahkan adalah pengisi, ataupun sekedar orang yang pernah melihat dan menemui fenomena seperti ini, di zaman ini:

“… Ketika beliau keluar tiba-tiba beliau dapati para sahabat duduk dalam halaqoh (lingkaran). Beliau bertanya, “Apakah yang mendorong kalian duduk seperti ini?”

Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir dan memuji Alloh atas hidayah yang Alloh berikan sehingga kami memeluk Islam.”

Maka Rosululloh bertanya, “Demi Alloh, kalian tidak duduk melainkan untuk itu?”

Mereka menjawab, “Demi Alloh, kami tidak duduk kecuali untuk itu.” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya saya bertanya bukan karena ragu-ragu, tetapi Jibril datang kepadaku memberitahukan bahwa Alloh membanggakan kalian di depan para malaikat.” (HR. Muslim, dari Mu’awiyah)

Di tempat inilah disambung keteladanan sejarah

Di forum seperti yang dicontohkan para sahabat, para ghuroba’(orang-orang terasing) masa kini mewujudkan sabda Nabi bahwa mu’min itu cermin bagi Mu’min yang lain.

Mereka saling bercermin diri, tentang perkembangan tilawah al-Qur’an dan hafalannya, tentang sholat malamnya, dan tentang puasa sunnahnya.

Semangatnya tergugah mendengar yang lain menyalip amal-amalnya.

Ia jadi malu mendapati dirinya tak bisa mengatur waktu.

Mereka saling menyebutkan kabar gembira sampai semua merasa bahagia mendengar salah seorang sahabatnya mendapat nilai A.
Mereka saling berbagi agar masalah tak terasa sendiri dihadapi.
Ada yang bercerita tentang amanah-amanah da’wahnya yang katanya semakin mengasyikkan, atau semakin menantang. Yang berkeluasan rizqi membawakan pisang goreng yang tadi pagi dibuat ibunya, atau mangga yang dipetik dari halaman rumahnya.

Sesekali mereka ganti setting forumnya, dengan menginap agar bisa lebih panjang bercengkerama.
Lalu mereka dirikan Qiyamullail bersama. Pernah juga mereka lakukan wisata. Mereka bertemu di tempat rekreasi yang sepi, mengingat Ilahi dan mengagumi kebesaran ciptaan-Nya.
Mereka berdiskusi disaksikan air terjun, punggung bukit bercemara, hutan berlembah yang menawan, atau pasir pantai memutih diterpa gelombang.

Tentu saja yang jauh lebih utama, mereka mengingat Alloh dalam sebuah kumpulan, agar Alloh mengingat mereka dalam kumpulan yang lebih baik.
Mereka baca kitabulloh, mereka kupas isinya, mereka dapati bahwa al-Qur’an menyuruh mereka bersaudara dalam cinta dan mentauhidkan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Tidak ada tekad ketika bubar dan saling bersalaman mendoakan, selain agar yang mereka bahas menjadi amal kenyataan.

“Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Alloh, mereka membaca kitabulloh, dan mempelaiarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rohmat meliputi majelisnya, Malaikat menaungi mereka, dan Alloh menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim, dari Abu Huroiroh)

Di sana bisa kita jumpai wajah saudara yang jenaka, yang pendiam, dan yang tampak lelah karena banyak amanah.

Tapi Subhanalloh… Ini adalah cahaya yang bergetar di antara mereka. Ia bergetar untuk menjadi refleksi jiwa, percepatan perbaikan diri dan perbaikan ummat dalam medium atmosfer cinta.

Saya tak ragu lagi menyebut forum yang terkenal dengan kata liqo’at (pertemuan) ini, sebagai Getar Cahaya di Atmosfer Cinta.

Bahkan ketika suatu waktu Anda yang belum pernah mengikuti forum ini tidak sengaja menemui mereka sedang ada di Masjid Kampus, Musholla Sekolah, rumah seorang Ustadz atau markaz da’wah, lalu Anda bergabung dengan niat serta keperluan yang lain atau mungkin karena iseng saja, Anda takkan pernah kecewa. Percayalah, Anda tak akan pernah kecewa.

Seorang malaikat berkata, “Robbi, di majelis itu ada orang yang bukan dari golongan mereka, hanya bertepatan ada keperluan maka datang ke majelis itu.” Alloh berfirman, “Mereka adalah ahli majelis yang tiada akan kecewa siapa pun yang duduk membersamainya!” (Muttafaq ‘Alaih, dari Abu Huroiroh)

Maka demi Alloh, apa yang Anda tunggu?

Perkenalkan diri Anda pada mereka sejelas-jela
snya.

Katakan, Anda ingin bergabung dengan pertemuan pekanan mereka.

Kalau majelis itu sudah terlalu sesak, lalu efektifitasnya drop, pengasuh majelis itu pasti akan mencarikan sebuah majelis lain yang indah untuk Anda.

Kalau di sekolah Anda dan di kampus Anda ada kegiatan bernama Mentoring, Asistensi Agama Islam atau nama lainnya, barangkali itu pintu lain bagi Anda memasuki Getar Cahaya di Atmosfer Cinta ini.

Setelah itu, bisa jadi Alloh akan menguji Anda. mungkin dengan perasaan Anda bahwa majelis ini tidak seperti yang Anda harapkan. Maka bersabarlah.

“Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Alam Nasyroh [94]: 5-6)

***
Beberapa teman  mengeluh mendapati beberapa saudaranya telah berubah ketika pindah ke lain kota.

Ada gambaran, betapa sulitnya menjaga istiqomah ketika jauh dari lingkungan iman semula.

Apa yang diceritakan Hanzholah ibn ar-Robi’, bisa menjadi ‘ibroh bahwa pertemuan sesaat demi sesaat dalam majelis ini adalah sarana penjaga konsistensi dan sikap istiqomah -yang kadang-kadang tanpa perlu kita sadari-.

Ketika Abu Bakr berkunjung dan menanyakan kabarnya, Hanzholah pun menjawab, “Hanzholah telah menjadi munafiq!”.

Terperanjat Abu Bakr, lalu ia berkata, “Subhanalloh, apa yang engkau ucapkan?”
Kata Hanzholah, “Kita sering bersama Rosululloh, beliau mengingatkan kita tentang surga dan neraka seolah-olah kita melihatnya dengan mata kepala.
Namun ketika kita keluar dari sisi Rosululloh, bercengkerama dengan anak-anak serta sibuk dengan pekerjaan, kita pun banyak melupakannya.”

“Demi Alloh! Sesungguhnya kami juga merasakan hal seperti ini!”, sahut Abu Bakr membenarkan.

Tak ada curhat yang lebih indah daripada curhat para sahabat. Ya, mereka pun kembali pada Murobbi-nya, Rosululloh Mushthofa.

Dan beliau pun menenteramkan hati para binaannya.

“… Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya. Seandainya kalian selalu dalam keadaan sebagaimana ketika kalian ada di sisiku dan dalam berdzikir, niscaya Malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat-tempat tidur, dan di jalan-jalan kalian. Akan tetapi sesaat demi sesaat, wahai Hanzholah! Sesaat demi sesaat, wahai Hanzhalah. Sesaat demi sesaat!”(HR. Muslim dalam Shohihnya, dari Hanzholah)

Akal sehat para peserta liqo’at menuntun mereka untuk menghayati bahwa majelis ini adalah bagian paling asasi dari hidup mereka.

Ada waktu yang harus diprioritaskan untuknya lebih dari segala aktivitas lainnya.

Kaidahnya jelas: kalau ia tak bersama mereka, ia takkan bersama siapa-siapa; kalau mereka tak bersama dengannya, mereka pasti bersama dengan orang selain dia.

Kadang kita tak merasakan nikmatnya majelis kebersamaan ini.

Padahal, orang lain akan melihat kita berubah dan semakin buruk saat kita berhenti menghadirinya untuk suatu waktu yang cukup lama.

Memang, ia hanya sepekan sekali.

Tetapi bagaimanapun kita tahu, majelis ini adalah majelis ‘ilmu dan dzikir yang tak berhenti sampai tutup usia.

Ketika mereka menutup pertemuan dan pergi untuk keperluan masing-masing, lingkaran itu hanya melebar. Ia melebar seluas aktivitas mereka.

Tentu. Untuk berpartisipasi bagi ummat dalam jangkauannya, mendistribusikan kesholihan yang terasa manis direguknya

#back to melingkar

Sabtu, 02 Januari 2016

Peringatan keras dan mohon perhatian

Peringatan keras dan mohon perhatian

Safety Induction

Kecelakaan mengejutkan terjadi. Seorang ibu rumah tangga tewas akibat luka bakar berkelanjutan di dapur. Suaminya juga dirawat di rumah sakit, cedera karena terbakar saat mencoba menyelamatkan istrinya.

Kronologi kejadian :
Kompor gas menyala saat memasak. Istri melihat kecoa berada di cucian piring dekat kompor. Secara naluri sang isteri ambil semprotan pembunuh serangga lalu disemprotkan. Tiba-tiba terjadi ledakan!
Dalam waktu singkat tubuh wanita malang tersebut diselimuti api, terbakar dengan kondisi luka bakar 65%. Sang suami mendengar ledakan bergegas menghampiri dan mencoba untuk memadamkan api dan... Namun pakaiannya ikut terbakar.
Pertolongan datang dari tetangga dan langsung di evakuasi ke RS.
Suami terbaring di RS, krn luka bakar, tidak mengetahui kalau istrinya telah meninggal saat tiba di RS.

Pelajarannya  :
Bahwa semua semprotan pembunuh serangga mengandung pelarut yang sangat mudah menguap dan terbakar. Nano partikel semprot yang dikabutkan dpt menyebar dengan sangat cepat dan satu percikan api sudah cukup untuk meng-eksplosir "kandungan" dengan Oksigen yang terdapat di udara.

Peringatan ke 2 :
Saat listrik padam jangan sekali-kali menyemprot nyamuk di dekat lilin yg menyala. Dalam hitungan detik akan terjadi ledakan dan dapat menyebabkan tabung semprotan serangga ditangan meledak juga.

Hal yang sama untuk pewangi ruangan yang disemprotkan. Pelarutnya mudah menguap dan eksplosif. Agar dibaca petunjuk keselamatan di kemasannya, dapat meledak pada suhu 50 derajat celcius.

Jangan simpan saja info ini. Silakan berbagi. Siapa tahu Anda dapat menyelamatkan orang lain.

Semoga bermanfaat.
COPAS DARI GRUP KERABAT :

Kamis, 31 Desember 2015

๐ŸกOase Dakwah Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 31 Desember 2015

Perjalanan Sesaat Kita
Oleh: Ummu Adib

Al-Hasan Al-Basri ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ berkata:
“Barangsiapa cinta dan senang dengan dunia pasti hilang dari hatinya takut akan akhirat. Barangsiapa yang bertambah ilmunya kemudian bertambah pula ketamakannya terhadap dunia, tidak akan bertambah dari Allah melainkan jauh dan tidak akan bertambah pula dari Allah melainkan benci.”

Berhati-hati saudara syurgaku...
Biarkan Dunia di tangan...
Jangan menguasai kepala,
Apalagi menguasai hati.

Cintai perjalanan kehidupan ini karena-Nya.
Letih, penat, pedih yang diri rasa...
Diri sandarkan kepada Rabb agar berbuah penghapusan alpa dan khilaf lagi menghantar diri ke syurga.

Kelak datang suatu masa, dimana setiap urusan dunia yang memusingkan saat ini...  menjadi urusan yang harus dipertanggungjawabkan.

Ali bin Abi Thalib berkata,
“Dunia berjalan meninggalkan manusia sedangkan akhirat berjalan menjemput manusia, dan masing-masing memiliki generasi.
Maka jadilah kalian generasi akhirat dan janganlah kalian menjadi generasi dunia.
Karena hari ini (di dunia) yang ada hanyalah amal dan belum dihisab sedangkan besok (di akhirat) yang ada adalah hisab dan tidak ada lagi amal.”

Saudara syurgaku...
Kembalilah kepada ingatan diri, bahwa perjuangan tentang dunia ini sesaat dan hanya amal yang diridhai yang akan dibawa.

Sesungguhnya Rabb telah menjamin rizki diri maka janganlah gelisah…
Namun Rabb tidak menjamin syurga bagi diri maka janganlah terpedaya dengan banyak perkara dunia.

Ustadz Firanda berkata,
"Sejauh mana besar kecintaanmu dan pengejaranmu terhadap dunia, maka sejauh itulah rendahnya keyakinanmu terhadap akhirat."


#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi Indah

AIHQ(Eks.DTI) PSDM ODOJ
AIHQ/97/31/12/2015
oaseodoj@gmail.com

Minggu, 27 Desember 2015

WAHAI SUAMI...CINTAI ISTRIMU...

WAHAI SUAMI...CINTAI ISTRIMU...

DR. 'Aid al Qarny menggambarkan tentang istrinya:

Beberapa malam yang lalu, sesaat sebelum aku tidur, aku
berada di atas ranjang, aku menoleh ke arah istriku dan aku pandangi bentuk wajahnya sementara ia lagi tidur, aku bergumam dalam hatiku: Malang sekali dia, setelah hidup selama bertahun-tahun bersama kedua orang tua dan keluarganya, ia datang untuk tidur di samping laki-laki yang asing baginya.

Dia tinggalkan rumah orang tuanya. Dia tinggalkan bermanja-manja dengan kedua orang tuanya. Dia tinggalkan bersenang-senang di rumah keluarganya. Sekarang ia datang kepada laki-laki yang menyuruhnya untuk melakukan yang ma'ruf dan meninggalkan yang mungkar. Dia melayani laki-laki itu dan rela mengandung keturunannya. Ketaatannya melebihi ketaatan pada orang tuanya

Dari sini muncul pertanyaan di dalam diriku?! Kenapa sampai gampang bagi sebagian laki-laki untuk memukul istrinya dengan penuh kekerasan, setelah ia meninggalkan rumah keluarganya, kemudian datang kepadanya.

Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki untuk keluar bersama teman-temannya, kemudian ia pergi ke restoran dan ia makan tanpa mempedulikan siapa yang ada di rumahnya?!

Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan waktu duduknya di luar rumah lebih banyak dari pada duduk bersama istri dan anak-anaknya?!

Kenapa ringan bagi sebagian laki-laki menjadikan rumahnya bagaikan penjara bagi istrinya, tidak ia ajak keluar dan juga tidak ia temani.

Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki membiarkan istrinya tidur, sementara di dalam hatinya ada kegetiran perasaan dan di matanya ada air mata tertahan?!

Bagaimana bisa gampang bagi sebagian laki-laki pergi berjalan sementara anak-istrinya ia tinggalkan tanpa peduli dengan nasib mereka selama ia pergi.

Kenapa bisa ringan bagi sebagian laki-laki berlepas diri dari tanggungjawab yang akan ia pertanggungjawabkan di akhirat nanti sebagaimana yang di sampaikan oleh Rasulullah?!

Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya..."
Semoga kita, para suami dan calon suami bisa berakhlak mulia kepada isteri-isteri kita.

Sabtu, 26 Desember 2015

CIRI WANITA PENGHUNI SURGA

CIRI WANITA PENGHUNI SURGA

Kepada para istri yang mendambakan untuk menjadi penghuni Surga..

Tentunya untuk menjadi penghuni surga, bukanlah perkara yang mudah, sebagaimana Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam telah mengisyaratkan hal ini dalam haditsnya.

Beliau bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ

"Bahwasanya surga itu diliputi/dipagari dengan perkara-perkara yang dibenci."

(HR Muslim dari shahābat Anas bin Mālik)

⇒ Artinya seorang jika hendak masuk dalam surga, dia harus melewati hal-hal yang bertentangan dengan hawa nafsunya, yang dia benci, yang bertentangan dengan egonya (sikap egoisnya).

Ada satu sifat yang disebutkan oleh Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam diantara sifat penghuni surga. Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ الْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا الَّتِي إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى

"Dan istri-istri kalian yang akan masuk surga yaitu yang berusaha meraih kecintaan suami (penyayang), yang subur (mudah beranak banyak), serta yang senantiasa kembali kepada suaminya, yaitu jika suaminya marah maka diapun segera datang kepada suaminya dan meletakkan tangannya di tangan suaminya dan berkata:

'Wahai suamiku, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak sampai engkau maafkan aku (ridha kepadaku)'."

(HR An Nasāi dalam As Sunan Al Kubra 5/361, Ath Thabrāni dalam Al Awshath 6/11, dishahihkan oleh Syaikh Al Albāni karena syawahidnya (Ash Shahīhah 1/578 no 287), dari shahābat Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallāhu 'anhu)

⑴ AL WADŪD | Seorang wanita yang berusaha meraih kecintaan suaminya.

Dia berusaha dengan sifat dan akhlaqnya yang mulia; dengan ramah dan tutur kata yang indah, berusaha berpenampilan yang menarik agar meraih kecintaan suaminya.

⑵ AL WALŪD | Wanita yang subur yang memberikan keturunan kepada suaminya.

Dan yang ingin kita fokuskan pada kesempatan kali ini adalah sifat yang ke-3, kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam

⑶ AL AŪD 'ALA ZAWJIHĀ | Seorang wanita yang senantiasa kembali kepada suaminya.

Inilah penghuni surga..

Ibu-ibu dan para istri yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla,

Kelihatannya sifat ini merupakan sifat yang sepele namun sesungguhnya tidak demikian.

Kenapa?

Karena banyak wanita atau sebagian wanita tidak mudah untuk meminta maaf kepada suaminya, meskipun terkadang dia yang salah.

Kenapa?

Karena egonya yang dia kedepankan.

Dan iblis/syaithan datang membisikan kepada dia untuk tidak minta maaf kepada suaminya, padahal dia tahu dia yang salah.

Bahkan terkadang dia ingin suaminya yang minta maaf.

Dia tahu dia bersalah namun dia ingin melemparkan kesalahan kepada suaminya dan dia ingin suaminya yang minta maaf (karena dia punya ego).

Dan ini adalah benih-benih yang bisa menimbulkan kerusakan dalam rumah tangga dan menghancurkan rumah tangga yang telah dibangun selama ini.

Oleh karenanya, seorang wanita harus mengalahkan egonya dan jika dia bersalah maka segera datang kepada suaminya.

Meskipun hati suaminya lagi marah/keras, tetapi tatkala melihat istrinya bersifat demikian, (yaitu) mengakui kesalahannya, apalagi sambil memegang tangan suaminya sambil mengatakan:

"Wahai suamiku, aku tidak bisa tidur sampai kau maafkan aku, sampai kau ridha kepadaku."

Maka inilah yang disebut wanita penghuni surga.

Saya sampaikan kepada para istri dan para ibu-ibu,

Jangan pernah malu jika Anda bersalah.

Jika Anda bersalah maka segeralah datang kepada suami dan minta maaf, ini merupakan bentuk menjalankan sunnah Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Jadilah Anda penghuni surga !

Kalahkan ego anda.

Syaithān, iblis yang ingin agar Anda berpisah dari suami Anda.

Bila tidak berpisah, iblis ingin kehidupan rumah tangga Anda dan suami dalam kondisi ruwet/semrawut; tidak ada kebahagian, tidak ada mawadah dan rahmah.

Inilah yang di inginkan iblis.

Bayangkan, jika Anda tidak minta maaf maka api permusuhan berhari-hari akan menyala antara Anda dan suami.

Oleh karenanya...

Kalahkan ego, dan jika punya salah segeralah minta maaf kepada suami !

Terapkan sunnah Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam !

Jadilah Anda sebagai penghuni surga !

Kemudian saya ingatkan juga kepada para istri,

Selain Anda memiliki sifat mudah untuk minta maaf, juga usahakanlah agar semantiasa memberi udzur kepada suami.

Suami mungkin melakukan kesalahan disuatu hari, namun suamipun punya ego sehingga enggan untuk minta maaf.

Bila dia minta maaf kepada istrinya seakan-akan harga dirinya akan jatuh, padahal tidak !

Suami yang sejati adalah suami yang mau mengakui kesalahan.

Apalagi mengakui kesalahan dihadapan istrinya, yaitu seorang wanita yang sayang kepada dia, yang menghabiskan waktunya berhikmad kepada suaminya.

Maka seorang suami yang sejati/gentle dia berani minta maaf kepada istrinya.

Namun, kalau seorang istri memiliki (menghadapi) model suami yang tidak mau minta maaf, maka hendaknya dia berusaha memahami kondisi suaminya.

Karena terkadang sebagian suami merasa berat jika mengucapkan minta maaf kepada istri dengan mengucapkan:

"Wahai istriku, maafkan aku."

Namun dia minta maaf dengan cara yang lain.

Misalnya terjadi keributan dan sang suami merasa bersalah, kemudian dia mengatakan:

"Ayo, malam ini kita makan direstoran."

Sudah...!

Cukup (bagi) seorang istri bila suaminya mengajak makan malam di restoran berarti maksudnya dia mengatakan:

"Saya minta maaf, saya salah."

Jangan kita tunggu suami harus mengungkapkan minta maaf dengan lisannya.

Ini tidak mudah bagi setiap suami.

Oleh karenanya, bila suami sudah mulai merubah sikapnya, misalnya mengajak makan malam atau mulai memijit-mijit istrinya, dielus-elus rambutnya, berarti dia (suami) sudah minta maaf.

Dengan demikian hendaknya seorang istri memahami karakter suami yang cara minta maafnya terkadang tidak dengan lisan, tetapi dengan sikap.

Dengan demikian berumah tangga akan mudah dan berjalan dengan penuh mawadah & rahmah.

Setiap ada kesalahan dan setiap ada keretakan akan mudah untuk segera dikembalikan dan diperbaiki.

Semoga kita semua merasakan kehidupan rumah tangga yang penuh mawadah dan rahmah dan diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Jadilah Anti sebagai wanita yang mudah meminta maaf !

Jadilah Anti sebagai penghuni surga !

وبالله التوفيق
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Jumat, 25 Desember 2015

PERBAIKI JADWAL SHOLATMU, AGAR ALLAH ATUR JADWAL HIDUPMU..

PERBAIKI JADWAL SHOLATMU, AGAR ALLAH ATUR JADWAL HIDUPMU..

Dibawah ini adalah tulisan dari kisah nyata Arief Budiman, CEOnya Petakumpet Advertising di Jogja, penulis buku Tuhan Sang Penggoda.

Selamat membaca👇

Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadualnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.

Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman,yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya,"Jadual sholatmu gimana?"

"Jadual sholat? Apa hubungannya?" saya keheranan.

"Sholat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.

" Errr... Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.

" Sholat dhuhur jam berapa?"

"Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.

"Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.

" Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.

Temen saya tersenyum dan berkata,"Pantas jadual hidupmu berantakan."

"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.

"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.

"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.

"Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.

"Kok.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.

"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.

Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek. Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget. Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.

Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna. Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A,"Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok,. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."

Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.

Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B,"Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada hjadual general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."

Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut,"O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"

Dari seberang sana dia menjawab,"OK Mas, nanti saya sampaikan."

Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah sms masuk, bunyinya: Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup.

Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!

Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.

Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.

Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya. Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita. Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.

Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah. Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.

Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani. Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.

Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya. Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.

[M. Arief Budiman]

Jadi 'Orang' dan jadi 'Raja'. Mau?

Jadi 'Orang' dan jadi 'Raja'. Mau?

"Tuh lihat, temanmu si Fulan sekarang sudah jadi 'orang".. Kehidupannya sudah enak, kaya raja.."

Jadi 'orang'..

Ikhwatii fillah, biasanya maksud 'orang' di sini indentik dengan kesuksesan dan kemapanan hidup.

Standarisasi keberhasilan diukur dengan limpahan materi.

Apakah memang demikian?

Al Imam Abdullah ibnul Mubarak rahimahullah pernah ditanya, "Siapakah predikat 'orang' yang sesungguhnya?"
    "Ulama", jawab beliau dengan tegas.
   Lalu beliau ditanya kembali,  "Siapa yang mendapat predikat 'raja' yang sesungguhnya?"
   Beliau menjawab, "Raja yang sesungguhnya adalah orang-orang yang zuhud".
   "Lalu siapa orang yang rendahan itu?", tanya sang penanya lagi.
   Beliau menjawab, "Orang rendahan adalah orang-orang yang makan (mencari penghasilan) dari agamanya."
-selesai-

Ikhwati fillah, untuk menjadi 'orang' tidak mesti harus berderet titel atau bertumpuk harta.

Yang dibutuhkan adalah kesungguhan tekad dan action nyata dalam ilmu dan amal.

Untuk menjadi raja juga tidak mesti harus mempunyai istana atau daerah kekuasaan.

Yang dibutuhkan adalah belajar tuk menempa jiwa dengan sikap sabar, merasa cukup dengan pemberian Allah dan tidak mengharap sesuatu yang ada di tangan manusia.

Bisa...?

Insya Allah.

(Ucapan Imam Ibnul Mubarak dinukil dari Fadhlul Ilmi-Syaikh Muhammad Said Ruslan, hal. 221, cet. Darul Imam al Barbahari 2013)
➖➖➖
💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)
➖➖➖
💾 Arsip lama Wa SFS, INdiC dan INONG terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link tele http://bit.ly/1OMF2xr

Kamis, 24 Desember 2015

KISAH NYATA: " MALAM PERTAMA SANG PENGANTIN "

Assalamualaikum wr wb..
KISAH NYATA: " MALAM PERTAMA SANG PENGANTIN "

Kisah Nyata ketika malam pengantin berubah menjadi malam pertama di alam kubur,mari kita baca,semoga bermanfaat,Aamiin..
.
Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya,lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal..
.
Dia berkata pada ibunya : Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya..!!
.
Ibunya terkejut : Apa kamu sudah gila..??
.
Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu..??
.
Semuanya akan terbasuh oleh air..
.
Lalu ibunya menambahkan : Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang..!!
.
Demi ALLAH, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu..
.
Anaknya menjawab : Demi ALLAH, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat..
.
Ibu, ibu harus tahu bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Pencipta..!!
.
Ibunya berkata : Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang mu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up..??
.
Kamu tidak akan terlihat cantik dimata mereka! dan mereka akan mengolok-olok dirimu..!!
.
Anak nya berkata dengan tersenyum : Apakah ibu takut karena saya tidak akan terrlihat cantik di mata makhluk..??
.
Bagaimana dengan Penciptaku..??
.
Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat,saya tidak akan tampak cantik Dalam Pandangan-NYA..
.
Lalu dia berwudhu,dan seluruh make-up nya terbasuh..
.
Tapi dia tidak merasa bermasalah dengan itu..
.
Lalu dia memulai shalatnya..
.
Dan pada saat itu dia bersujud, dia tidak menyadari itu, bahwa itu akan menjadi sujud terakhirnya..
.
Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan Pencipta-NYA..
.
Ya,ia wafat dalam keadaan bersujud..
.
Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang muslimah yang teguh untuk mematuhi TUHAN nya..
.
Banyak orang tersentuh mendengarkan kisah ini..
.
Ia telah menjadikan ALLAH dan ketaatan kepada-NYA sebagai prioritas pertama..
.
(..Kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi..)
.
SubhanALLAH,Semoga kisah nyata ini bisa menjadi I'tibar bagi kita semua..
.
Bahwa hidup ini adalah mencari Ridha ALLAH,Bukan mencari Ridha manusia,Aamiin..
.
Yaa ALLAH..
Mudahkanlah urusan orang yang Membaca status ini..
.
Dekatkanlah Rezekinya,Sehatkanlah jiwa raganya dan Mudahkanlah jodohnya untuk orang yang nge-Like dan nge-share Status Ini..
.
Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin..
#BAGIKAN

Rabu, 23 Desember 2015

๐Ÿ’ฆ KISAH ORANG YANG HATINYA BERSIH DARI HASAD ๐Ÿ’ฆ

💦 KISAH ORANG YANG HATINYA BERSIH DARI HASAD 💦

🛋 Diriwayatkan dari Anas bin Malik Rodhiyallahu anhu dia berkata: “Dahulu kami duduk-duduk di sisi Nabi Sholallahu alaihi wa Sallam. Lalu beliau bersabda:

🛣 “Sekarang akan muncul kepada kalian dari jalan ini, seorang lelaki dari penghuni surga.”

👣 Anas pun berkata: “Lalu muncullah seorang lelaki dari kalangan Anshar, jenggotnya meneteskan air karena wudhu. Orang tersebut mengikatkan kedua sandalnya di tangan kirinya. Orang itu pun mengucapkan salam. Keesokan harinya, Nabi pun mengucapkan yang seperti itu. Muncul lagi lelaki itu seperti pada kali yang pertama. Hari ketiga, Nabi pun mengucapkan hal yang sama, dan muncul lagi lelaki itu seperti keadaannya yang pertama.

👣Tatkala Nabi telah berdiri, lelaki itu diikuti oleh Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash .
Kemudian Abdullah berkata: “Sesungguhnya aku bertengkar dengan ayahku, lalu aku bersumpah untuk tidak masuk kepadanya selama tiga (hari). Jika engkau mempersilakan aku tinggal di rumahmu hingga lewat tiga hari, maka akan aku lakukan. Lelaki itu berkata: “Ya.”

🏠Anas berkata: “Adalah Abdullah –yakni bin ‘Amr– bercerita bahwa ia menginap bersamanya tiga malam.” Anas berkata lagi: “Ia tidak melihat lelaki itu shalat malam sedikitpun. Hanya saja bila ia terbangun dari tidurnya di malam hari dan menggerakkan (tubuhnya) di atas kasurnya, ia berdzikir kepada Allah dan bertakbir, sampai ia bangun untuk shalat fajar.
Hanya saja, jika ia terbangun di malam hari, ia tidak berucap kecuali kebaikan.

🎯Abdullah berkata: ‘Tatkala tiga malam itu lewat, dan aku hampir-hampir menganggap remeh amalannya,
aku berkata: ‘Wahai hamba Allah, (sebenarnya) tidak ada ketegangan dan pemboikotan antara aku dengan ayahku. Namun aku mendengar Rasulullah Sholallahu alaihi wa Sallam berucap (tiga kali): ‘Sekarang akan muncul kepada kalian salah seorang penduduk surga.’
Lalu engkau muncul, tiga kali. Saya ingin tinggal menginap di tempatmu sehingga aku tahu apa amalanmu.
Namun aku tidak melihat engkau banyak beramal. Apa gerangan yang menyebabkan kedudukanmu sampai seperti yang disabdakan Rasulullah ?’ Dia menjawab: ‘Tidak ada, kecuali yang kamu lihat.

📀Abdullah berkata: ‘Aku pun meninggalkannya.’ Tatkala aku berpaling, ia memanggilku. Ia berkata: ‘Aku tidak punya amalan (yang menonjol) kecuali apa yang engkau lihat.

🏴Hanya saja aku tidak dapatkan dalam diriku kedengkian terhadap seorang pun dari kaum muslimin. Dan aku tidak hasad kepadanya atas kebaikan yang Allah berikan kepadanya.’

👑Abdullah berkata: ‘Inilah hal yang menyampaikan engkau kepada kedudukan itu. Dan inilah yang tidak dimampui (susah dilaksanakan)’.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 12/8-9, no. 6181, dan Ahmad dalam Al-Musnad, dan dishahihkan oleh Al-‘Iraqi  dalam Al-Mughni ‘an Hamlil Asfar, 2/862, no. 3168)

Abdullah bin ‘Amr berkata: “Kami mengatakan: ‘Wahai Rasulullah , siapakah orang yang terbaik?’
Beliau menjawab (yang artinya): ‘Orang yang memiliki hati yang makhmum dan lisan yang jujur.’

🌑Kami berkata: ‘Kami telah tahu lisan yang jujur. Lalu apakah hati yang makhmum?’ Beliau  menjawab:
‘Hati yang bertakwa lagi bersih, tiada dosa dan hasad padanya…’.” (HR. Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab no. 6180, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 948)...✍

Sumber : Telegram Ukhuwah Imaniyyah

Ada seorang remaja bertanya kepada kakeknya:

Ada seorang remaja bertanya kepada kakeknya:

“ Kakek, apa gunanya aku membaca Al qur’an, sementara aku tidak mengerti arti dan maksud dari Al qur’an yang kubaca “.
Lalu si kakek menjawabnya dengan tenang:
“ Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku dengan sekeranjang air. “
Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tapi semua air yang dibawanya habis …sebelum ia sampai di rumah.
Kakeknya berkata :
“ Kamu harus berusaha lebih cepat “
Kakek meminta cucunya kembali ke sungai. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong (tanpa air) sebelum sampai di rumah.
Dia berkata kepada kakeknya:
“ tidak mungkin bisa membawa sekeranjang air. Aku ingin menggantinya dengan ember “
“ Aku ingin sekeranjang air, bukan dengan ember “ Jawab kakek:
Si anak kembali mencoba, dan berlari lebih cepat lagi. Namun tetap gagal juga. Air tetap habis sebelum ia sampai di rumah. Keranjang itu tetap kosong.
“ Kakek…ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja. Air pasti akan habis di jalan sebelum sampai di rumah “
Kakek menjawab:
“ Mengapa kamu berpikir ini tidak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik apa yang terjadi dengan keranjang itu “
Anak itu memperhatikan keranjangnya, dan ia jbaru menyadari bahwa keranjangnya yang tadinya kotor berubah menjadi sebuah keranjang yang BERSIH, luar dan dalam.
“ Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti sama sekali. Tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu sadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupanmu..
Subhanallah..Tidak ada yang sia-sia ketika kita membaca Al Qur’an.
Mari kita lebih sering lagi membacanya.
Meski tanpa tahu artinya, namun tetap berusaha untuk memahami artinya yah..

“ALLAHUMMA Ya Allah rahmatilah hidup kami dg Alqur'an, dan jadikanlah Alqur'an itu imam, cahaya, hidayah dan rahmat untuk kami dan keluarga kami..Aamiin

Mukjizat terbesar Nabi Muhammad adalah Al Qur'an

Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad, semoga kita semua di group ini mendapatkan syafaat dari Baginda Nabi Muhammad

Keajaiban Do’a Seorang Ibu

Keajaiban Do’a Seorang Ibu

✒Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi Hafizhahullâh
🌐Abiubaidah.com

Imam Dzahabi menceritakan dalam biografi Imam Sulaim bin Ayyub ar-Razi, bahwa ketika masih kecil sekitar umur sepuluh tahun, dia belajar mengaji kepada sebagian ustadz di kampungnya.

Sang ustadz mengatakan, “Maju dan cobalah membaca al-Qur’an.”

Dia (Sulaim bin Ayyub) pun berusaha semaksimal mungkin untuk membaca al-Fātihah, tetapi tidak bisa karena ada sesuatu pada lidahnya.

Sang ustadz lalu bertanya, “Apakah engkau punya seorang ibu?”

“Ya,” jawab Sulaim.

“Kalau begitu, mintalah kepada ibumu agar dia berdo’a supaya Allah memudahkan engkau untuk bisa membaca al-Qur’an dan meraih ilmu agama,” tutur sang ustadz selanjutnya.

Sulaim menjawab, “Ya, akan saya sampaikan pada ibuku.”

Maka setelah pulang ke rumah, dia menyampaikannya kepada ibunya, dan sang ibu lalu bermunajat dan berdo’a kepada Allah. Setelah itu, Sulaim menginjak masa dewasa dan berkelana ke Baghdad untuk menuntut ilmu bahasa Arab, fiqih, dan lain-lain.

Ketika dia pulang kembali ke kampungnya di Ray sedang menyalin kitab Mukhtashar al-Muzani di sebuah masjid, ternyata ustadznya yang dahulu datang seraya mengucapkan salam kepadanya. Namun, sang ustadz sudah tidak mengenal Sulaim lagi. Tatkala ustadznya mendengar salinan kitab tersebut dan dia tidak paham apa yang sedang dibaca, dia berkomentar, “Kapankah ilmu seperti ini bisa dipelajari?” Kata Sulaim, “Ingin sekali rasanya saya mengatakan padanya: ‘Jika Anda punya seorang ibu maka mintalah kepada ibu Anda agar mendoakan untuk Anda’, tetapi saya malu mengatakan hal itu.” (Siyar A’lāmin Nubalā’ 34/156–157 oleh adz-Dzahabi)

Doa orang tua—terutama seorang ibu—adalah mustajab (pasti terkabul). Sebab itu, wahai saudaraku penuntut ilmu, janganlah pernah engkau hanya bergantung pada dirimu. Tetaplah engkau memohon pertolongan kepada Allah dan mintalah kepada orang tuamu agar mendo’akan untukmu. Semoga Allah menganugerahkan ilmu yang bermanfaat bagimu. Amin.

[Telegram Channel Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi Hafizhahullâh]

♻Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📁Grup WA & TG Dakwah Islam
📩TG Bot : @DakwahIslam_Bot
🌐TG Channel : @DakwahIslam

Share yuk semoga saudara anda mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

๐ŸŒฑ Yang Terpenting Adalah Sabar Dalam Menimba Ilmu..

🌱 Yang Terpenting Adalah Sabar Dalam Menimba Ilmu...

       Wahai sahabatku -rahimakallah- ..

       Simaklah kisah yang sangat menakjubkan ini....

      Disebutkan dalam Thabaqaat Asy Syafi'iyyah ,bahwa Ar Rabi' bin Sulaiman rahimahullah dulunya  beliau adalah seorang yang lambat dalam memahami suatu permasalahan .

   Di kisahkan bahwa Al imam Asy Syafi'iy rahimahullah pernah mengulang -ulang kepada beliau satu permasalahan sebanyak empat puluh kali,  Ar Rabi' pun belum juga bisa memahaminya, kemudian beliau beranjak pergi meninggalkan majelis tersebut karena merasa malu.

     Wahai sahabatku...perhatikanlah !! Apa yang dilakukan oleh Al imam Asy Syafi'i rahimahullah setelah Ar Rabi' meninggalkan majelis beliau?

   Inilah Imam Asy Syafi'i rahimahulloh,...

     Beliaupun  memanggil Ar Rabi' dan mengajaknya ke tempat yang sepi ,kemudian beliau mengulangi kembali permasalahan ilmu yang belum bisa di fahami oleh Ar Rabi' ,terus di ulang - ulang sampai Ar Rabi' bisa memahaminya.

   Sembari Al imam Asy Syafi'i rahimahullah berkata kepada Ar rabi' : " Seandainya aku mampu memberimu makanan berupa ilmu ,niscaya aku akan memberimu makanan berupa ilmu tersebut."

     Subhanallah...mereka itulah para pendidik sejati ..

    Kemudian Allah 'Azza wa Jalla  memberkahi Ar Rabi' rahimahullah ,sampai - sampai Al Muzani rahimahullah meminta bantuan dengan melihat kitab catatan milik Ar Rabi' atas pelajaran yang beliau terluput dari Al Imam Asy Syafi'i rahimahullah...

     Subhanallah....

      Hingga di katakan oleh Al buwaithi : " Ar Rabi' lebih kokoh disisi  imam Asy Syafi'i di banding aku ."

       Dan yang Lebih mencengangkan lagi ...

        Sungguh Abu zur'ah Ar Razi hahimahullah beliau mendengar kitab- kitab  Imam Asy Syafi'i semuanya dari Ar Rabi' bin Sulaiman rahimahullah.

    Sungguh pada kisah ini terdapat pelajaran berharga bagi seorang guru dan murid untuk senantiasa bersabar dalam menuntut ilmu..

   Semoga Allah merahmati mereka semua para imam imam salaf...
   Semoga kita bisa mengambil faedah dari kisah ini..

📚maraji' : Tahdziibut tahdziib

✏ admin washaya salaf Abul fida 'Abdullah As Silasafy

Selasa, 22 Desember 2015

BUAT PERINGATAN DIRI SAYA DAN SAUDARA-SAUDARA SEMUA.

COPAS....!!

☝BUAT PERINGATAN DIRI SAYA DAN SAUDARA-SAUDARA SEMUA.

Cerita yg menyayat Hati : " Percakapan Jururawat dan Pasien Rumah Sakit  "    

👉Pasien :
"Abang jururawat, seneng ya kerja di rumah sakit ?
Sdh lama ya kerja di sini ?"     

👉Jururawat : "lumayanlah...
ada suka dan dukanya  Tapi, selama 5 tahun kerja di sini, dapat banyak pengalaman yang berkesan yang orang luar sana takkan mengetahuinya..

👉Pasien :
"Apa yang menyenangkan ? Perawat2nya cantik2 ya ?"       

👉Jururawat:
"Bukan..
Itu biasa saja, Ada yang lagi yg lebih mengesankan       

👉Pasien:
"Wah, apa itu?"  

👉Jururawat :

"Di sini setiap hari saya lihat pasien meninggal dunia...

Kerja saya ngurusi BAK dan BAB mereka, bersihkan mereka sampai ke urusan jenazah...

Apa yang saya lihat sepanjang saya bekerja di RS ini, betapa ramainya di antara mereka yang sudah meninggal,
sebelum meninggal meminta-minta apakah ada dari keluarga ahli waris atau jururawat yg bawa kitab al-Quran.

Ada yang gak bisa baca alQuran, ada yang suruh kami bacakan...

Ada juga yang tidak sempat sentuh al-Quran, tak sempat baca al-Quran, Allah telah mengambil nyawa mereka...

Saat dibacakan  al-Quran pada mereka, berlinanganlah  air mata mereka...      

Saya lihat betapa orang-orang yang berada di saat2 akhir kehidupannya, sebagian besar ingin sekali menyentuh al-Quran....

Kalau bisa, maunya mati dengan peluk al-Quran...

Pengalaman-pengalaman yang saya lalui di sini buat hati ini insyaf...

sadar tentang satu hal yang sangat penting."    

👉Pasien :
"Hm. Apa dia?"     

👉jururawat:
"Apa yang kita biasa pegang ketika kita masih sehat, apa yang kita biasa baca dan belai ketika masih hidup....
itu jugalah yang kita akan dapat pegang dan sentuh di akhir hayat...

Jika kita selalu pegang handphone di tangan setiap  waktu ..
sholat tdk tepat waktu, sepanjang waktu memegang HP dan sibuk gadget... mungkin pula di akhir hayat kita nanti...
itu pula yg kita kerjakan.

Dapatkah kita sentuh dan pegang al-Quran..?
Sedangkan tangan kita tak biasa pegang al-Quran, sehari sekali pun susah membuka al-Quran apalagi membaca atau mentadabburinya.

Yaa.. Allah Ar Rahman ..aR Rahiim..

Sungguh, kita sdh tak perlu handphone atau gadget di akhir nyawa kita..

kita sangat memerlukan al-Quran...
barulah kita sadar saat itu bhw waktu yg kita milki sdh terbuang begitu saja...... ohh...Allah..Allah..."      

👉Pasien : "(meneteskan air mata..)..
mas Jururawat tolong bacakan saya al-Quran...
saya tak bisa baca alQuran..saya buta tajwid...  "   

👉Jururawat itu tersenyum... Dikeluarkan al-Quran mini dari kantong bajunya...
lalu dia membacakan alQuran pada  pasien itu..   

✒Hampir 9 dari 10 pasien yang beragama islam yang berada di Rumah sakit itu kebanyakannya memperlihatkan wajah penuh kesedihan serta menyesal, menyesal dan menyesal tdk ambil kesempatan untuk membaca Quran ketika sehat dan lapang....?      

✒Wajah wajah ketakutan  dan seram bila ambang maut mendekati....?

naudzubillah... 

Saya sebagai penulis cerita ini tersadar pula akan waktu yg sdh ter sia-siakan ..

juga pembaca yang membaca posting ini belum terlambat dan pintu taubat luas terbuka untuk kita memulakan ...aamiin.

Imam Al Ghazali berkata:

✒Yang singkat itu - "waktu"
✒Yang menipu itu - "dunia"
✒Yang dekat itu - "kematian"
✒Yang besar itu - "hawa nafsu"
✒Yang berat itu - "amanah"
✒Yang sulit itu - "ikhlas"
✒Yang mudah itu - "berbuat dosa"
✒Yang susah itu - "sabar"
✒Yang lupa itu - "bersyukur"
✒Yang membakar amal itu -"mengumpat"
✒Yang ke neraka itu - "lidah"
✒Yang berharga itu - "iman"
✒Yang mententeramkan hati itu - "teman sejati"
✒Yang ditunggu Allah subhanahuwata'ala itu -"taubat"

📲S H A R I N G

Hukum Berdoa Minta Pacar

Hukum Berdoa Minta Pacar

Berdoa Minta Pacar

Bolehkah berdoa minta pacar baru? karena sudah lama putus… trim’s

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Pacaran adalah ajang perzinaan. Ada banyak peluang zina di sana, sekalipun tidak melakukan hubungan badan. Karena zina itu bertingkat. Dari mulai zina anggota badan, zina perasaan, hingga zina sejatinya, yaitu zina kemaluan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ

“Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari 6243 dan Ahmad 7935)

Karena itu, berdoa minta pacar, atau berdoa agar sukses dalam judi, atau dalam transaksi riba, termasuk doa untuk maksiat. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berdoa meminta sesuatu yang haram.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ

Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama dia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau memutus silaturrahmi, dan selama tidak terburu-buru. (HR. Muslim 7112 & Ibn Hibban 976)

Kita simak keterangan Ali Qori yang mengatakan,

ما لم يَدْعُ بِإِثْمٍ ـ مِثْلَ أَنْ يَقُولَ: اللَّهُمَّ قَدِّرْنِي عَلَى قَتْلِ فُلَانٍ وَهُوَ مُسْلِمٌ، أَوِ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي الْخَمْرَ، أَوِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِفُلَانٍ وَهُوَ مَاتَ كَافِرًا يَقِينًا، أَوِ اللَّهُمَّ خَلِّدْ فُلَانًا الْمُؤْمِنَ فِي النَّارِ وَأَمْثَالُ ذَلِكَ….

Sabda beliau, “Selama tidak berdoa meminta dosa”, seperti orang berdoa, “Ya Allah, mudahkanlah aku untuk membunuh si A” padahal si A ini muslim. Atau berdoa, “Ya Alah, berilah aku khamr” atau “Ya Allah ampunilah si B.” padahal si B mati kafir. Atau berdoa, “Ya Allah, kekalkanlah si A yang mukmin itu di neraka.” atau doa semacam itu. (Mir’atul Mafatih, 7/347).

Bagaimana Doa yang Benar?

Doa yang benar adalah memohon kepada Allah agar dimudahkan untuk menikah. Atau doa minta pasangan (suami atau istri) yang baik. Mengenai doa minta jodoh, bisa anda pelajari: Doa Cepat Jodoh

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Al-Ustâdz Ammi Nur Baits Hafizhahullâh
(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

[Sumber: https://konsultasisyariah.com/25995-hukum-berdoa-minta-pacar.html]

♻Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📁Grup WA & TG Dakwah Islam
📩TG Bot : @DakwahIslam_Bot
🌐TG Channel : @DakwahIslam

Share yuk semoga saudara anda mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Senin, 21 Desember 2015

๐ŸŒฑ Yang Terpenting Adalah Sabar Dalam Menimba Ilmu...

🌱 Yang Terpenting Adalah Sabar Dalam Menimba Ilmu...

       Wahai sahabatku -rahimakallah- ..

       Simaklah kisah yang sangat menakjubkan ini....

      Disebutkan dalam Thabaqaat Asy Syafi'iyyah ,bahwa Ar Rabi' bin Sulaiman rahimahullah dulunya  beliau adalah seorang yang lambat dalam memahami suatu permasalahan .

   Di kisahkan bahwa Al imam Asy Syafi'iy rahimahullah pernah mengulang -ulang kepada beliau satu permasalahan sebanyak empat puluh kali,  Ar Rabi' pun belum juga bisa memahaminya, kemudian beliau beranjak pergi meninggalkan majelis tersebut karena merasa malu.

     Wahai sahabatku...perhatikanlah !! Apa yang dilakukan oleh Al imam Asy Syafi'i rahimahullah setelah Ar Rabi' meninggalkan majelis beliau?

   Inilah Imam Asy Syafi'i rahimahulloh,...

     Beliaupun  memanggil Ar Rabi' dan mengajaknya ke tempat yang sepi ,kemudian beliau mengulangi kembali permasalahan ilmu yang belum bisa di fahami oleh Ar Rabi' ,terus di ulang - ulang sampai Ar Rabi' bisa memahaminya.

   Sembari Al imam Asy Syafi'i rahimahullah berkata kepada Ar rabi' : " Seandainya aku mampu memberimu makanan berupa ilmu ,niscaya aku akan memberimu makanan berupa ilmu tersebut."

     Subhanallah...mereka itulah para pendidik sejati ..

    Kemudian Allah 'Azza wa Jalla  memberkahi Ar Rabi' rahimahullah ,sampai - sampai Al Muzani rahimahullah meminta bantuan dengan melihat kitab catatan milik Ar Rabi' atas pelajaran yang beliau terluput dari Al Imam Asy Syafi'i rahimahullah...

     Subhanallah....

      Hingga di katakan oleh Al buwaithi : " Ar Rabi' lebih kokoh disisi  imam Asy Syafi'i di banding aku ."

       Dan yang Lebih mencengangkan lagi ...

        Sungguh Abu zur'ah Ar Razi hahimahullah beliau mendengar kitab- kitab  Imam Asy Syafi'i semuanya dari Ar Rabi' bin Sulaiman rahimahullah.

    Sungguh pada kisah ini terdapat pelajaran berharga bagi seorang guru dan murid untuk senantiasa bersabar dalam menuntut ilmu..

   Semoga Allah merahmati mereka semua para imam imam salaf...
   Semoga kita bisa mengambil faedah dari kisah ini..

📚maraji' : Tahdziibut tahdziib

✏ admin washaya salaf
Abul fida 'Abdullah As Silasafy

๐ŸŒน KISAH YANG MENAKJUBKAN NAN MENGHARUKAN ๐ŸŒผ

🌹 KISAH YANG MENAKJUBKAN NAN MENGHARUKAN 🌼

🌺 Kisah ini terjadi pada salah satu ulama ahli hadits, beliau adalah Al Qadhi Muhamad bin Abdul Baqi Al Anshari Al Bazzar, beliau dikenal dengan julukan Qadhi Al Marastan, beliau meninggal pada tahun 535 Hijriyah.

Kisah ini benar-benar menakjubkanku dan juga mengharukan. Padanya terdapat pelajaran yang banyak yang bisa kita petik dari kisah tersebut.

Nah, penasaran kan? Ayo kita simak bersama-sama kisah ini!

"BUAH DARI MENUNAIKAN AMANAH"

🌳 Dikisahkan, pada suatu hari beliau sedang berada di Mekkah,  bertepatan dengan musim haji.

Pada saat itu, beliau kehabisan bekal, tidak memiliki harta sedikitpun dari harta dunia. Suatu hari, beliau ditimpa oleh rasa lapar yang luar biasa. Beliau akhirnya keluar untuk mencari sepotong roti atau sesuatu yang dapat mengganjal perutnya dari rasa lapar.

🛍 Tiba-tiba beliau menemukan sebuah bungkusan dari kain sutra berwarna merah yang terjatuh di tanah. Beliau mengambil bungkusan tersebut dan membukanya. Beliau mendapatkan didalamnya sebuah kalung yang berharga terbuat dari permata, diperkirakan kalung tersebut senilai 50 ribu dinar. Beliau pun segera mengikatnya kembali dan menyimpannya.

☀️ Tatkala beliau sedang menyusuri perjalanannya, tiba-tiba ada seorang laki-laki berteriak-teriak kehilangan kalung. Dia berteriak-teriak kepada manusia bahwa dia telah kehilangan bungkusan yang terbuat dari kain sutra. Dia menjanjikan bahwa barangsiapa yang menemukannya maka akan diberi hadiah 50 dinar.

🚦Al Qadhi pun bertanya kepada orang tersebut tentang isi bungkusan tersebut. Dia pun menjawab bahwa didalamnya terdapat sebuah kalung permata yang mahal. Kemudian beliau bertanya tentang ciri-ciri bungkusannya kepada orang tersebut. Ketika orang tersebut telah mengkabarkan ciri-ciri bungkusan kalung tersebut dengan benar, maka Al Qadhi bersegera mengembalikan bungkusan yang ia temukan kepada orang tersebut.

💰Orang tersebut kemudian mengeluarkan 50 dinar dan diserahkan kepada Al Qadhi, namun beliau enggan menerimanya, sembari berkata: "Tidak sepantasnya bagiku mengambil upah dari barang temuan yang aku temukan dan aku kembalikan kepada pemiliknya. Sesungguhnya aku mengembalikan kalung ini kepadamu bukan karena aku berkeinginan besar untuk mendapatkan hadiah, tetapi aku berkeinginan besar untuk mendapatkan keridhoan Rabb-ku.

💍 Sungguh luar biasa!
Beliau enggan menerima hadiah tersebut,  padahal beliau sedang dalam keadaan ditimpa kelaparan dan belum mendapatkan sepotong roti yang kering yang bisa mengganjal perutnya dari kelaparan. Pemilik bungkusan tersebut akhirnya mendoakan kebaikan untuk beliau, lalu pergi meninggalkannya.

🏘 Al Qadhi Al Muhaddits menetap beberapa hari di Mekkah, kemudian beliau memutuskan untuk pergi naik kapal, barangkali bisa menemukan sesuatu yang bisa dijadikan modal.

🌊 Tatkala beliau berada ditengah laut, tiba-tiba datanglah badai, mengombang-ambingkan kapal beliau, sampai akhirnya badai tersebut menghantam dan menghancurkan kapal serta menenggelamkannya. Al Qadhi bertaut pada sebuah papan pecahan kapal. Beliau terus bertautan dengannya, sedangkan ombak terus mengombang-ambingkan beliau selama beberapa hari ditengah laut, sampai akhirnya menghempaskan beliau ke daratan.

🚪Bersambung in syaa Allah…..

✒ Alih bahasa:
Abu Ubaidah Iqbal bin Damiri Al Jawi.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
📚 WA. FORUM KIS 📚

๐ŸŒบ KISAH YANG MENAKJUBKAN NAN MENGHARUKAN ๐ŸŒผ "BUAH DARI MENUNAIKAN AMANAH"

🌺 KISAH YANG MENAKJUBKAN NAN MENGHARUKAN 🌼

"BUAH DARI MENUNAIKAN AMANAH"

🔖bagian kedua🔖

🛳 Tatkala beliau berada ditengah laut, tiba-tiba datanglah badai, mengombang-ambingkan kapal beliau, sampai akhirnya badai tersebut menghantam dan menghancurkan kapal serta menenggelamkannya. Al Qadhi bertaut pada sebuah papan pecahan perahu. Beliau terus bertautan dengannya, sedangkan ombak terus mengombang-ambingkan beliau selama beberapa hari ditengah laut, sampai akhirnya menghempaskan beliau ke daratan.

⛅ Sungguh-sungguh beliau telah kehabisan tenaga dan tertimpa keletihan yang sangat. Beliau berusaha mengumpulkan sisa-sisa tenaganya dan menyeret tubuhnya hingga sampai di sebuah masjid. Setelah tiba didalam masjid, beliau tersungkur jatuh karena keletihan dan kelaparan. Beliau tidak tahu tempat apa yang dia singgahi ini, dan tidak pula mengenal seorang pun dari penduduk tempat tersebut.

🌅 Datanglah seorang penduduk dan masuk kedalam masjid, dan tatkala dia melihat Al Qadhi, lalu dia mendekatinya dan bertanya tentang keadaan beliau. Beliau pun menceritakan apa yang telah menimpa beliau. Setelah beliau menceritakan kisahnya, orang tersebut menghidangkan makanan dan minuman serta pakaian untuk menghangatkan badan.

🏡 Orang tersebut mengkabarkan bahwa penduduk negeri ini sedang mencari orang yang bisa dipekerjakan sebagai imam shalat di dalam masjid ini. Dan ketika Al Qadhi menyampaikan bahwa dia telah hafal Al Quran, maka bersegera penduduk negeri tersebut mempekerjakan beliau untuk menjadi imam masjid. Dan ketika mereka tahu bahwa beliau pintar menulis, maka mereka bersegera mempekerjakan beliau untuk juga menjadi guru untuk mengajari anak-anak mereka.

💵 Beliau berkata: "Akhirnya aku pun mendapatkan uang dari pekerjaan tersebut, kini keadaanku jauh lebih baik".

🖇 Suatu hari, penduduk negeri datang menemuiku, mereka berkata: "Sesungguhnya kami memiliki anak perempuan yang yatim, kami ingin menikahkan dia denganmu." Mereka terus mendesakku, dan akhirnya aku pun setuju.

💍 Tatkala mereka membawaku masuk untuk menemui anak perempuan tersebut, aku melihat sebuah kalung mutiara yang indah melingkar di lehernnya. Aku tidak dapat mengedipkan mataku memandangi kalung tersebut, aku benar-benar dalam keadaan bingung dan heran. Kalung tersebut adalah kalung yang aku temukan di Mekkah. Tatkala aku masih terus memandang kalung tersebut, tiba-tiba saja anak perempuan tersebut lari keluar sambil menangis terisak-isak. Ia berkata kepada penduduk negeri,  "Sesungguhnya dia (Al Qadhi) tidak ingin melihat wajahku, dia hanya mengangkat pandangannya ke kalung yang tergelantung didadaku."

👑 Keesokan harinya, ketika aku selesai mengimami mereka shalat Shubuh, mereka menyampaikan kepadaku tentang keluhan anak perempuan itu. Aku pun menceritakan kepada mereka,  bahwa dulu aku menemukan kalung itu tergeletak di tanah di Al Masjidil Haram terbungkus oleh kain sutra berwarna merah, kemudian aku kembalikan kepada pemiliknya.

💦 Tiba-tiba saja mereka semua bertakbir, "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!",
Masjid bergema, sampai-sampai masjid terasa bergetar disebabkan oleh takbir-takbir mereka.

💰Kemudian mereka menceritakan kepadaku, bahwa pemilik kalung tersebut adalah ayah dari anak perempuan yang yatim tersebut, dia tidak memiliki anak selain dia. Dahulu ayahnya menjadi imam shalat di masjid ini. Dia sudah meninggal dunia pada tahun yang lalu. Semenjak dia pulang dari ibadah haji, dia tidak pernah berhenti berdoa dengan doa ini, dan kami pun men-amin-kan dibelakangnya: "Wahai Rabb-ku, aku tidak pernah mendapatkan seorang pun semisal orang yang menemukan kalungku, Wahai Rabb-ku, pertemukanlah aku dengannya, sehingga aku bisa menikahkan dia dengan anak perempuanku satu-satunya!"

"Sungguh Allah telah mengkabulkan doanya, Allah telah mendatangkanmu kesini dan menikahkanmu dengan anak perempuannya, meskipun setelah ayahnya meninggal."

🎉 INILAH BALASAN DARI PENUNAIAN AMANAH DAN  KEMURNIAN DIRI.

📑Sumber:

"Mir'aatuz Zamaan Fi Tarikhul A'yan". Diringkas oleh Al Imam Adz Dzahabi rahimahullah.

🎗Kemudian Ibnu Rajab rahimahullah ber

Jumat, 18 Desember 2015

๐Ÿ”– KISAH MENGAGUMKAN TENTANG MENUNDUKKAN PANDANGAN:

🔖 KISAH MENGAGUMKAN TENTANG MENUNDUKKAN PANDANGAN:
---------------------
✍『 [Tersebutlah di suatu hari ]seorang hamba yang shaleh bernama: Sulaiman bin Yasar -rahimahullah-, beliau keluar dari Madinah untuk melakukan safar bersama temannya, dan setibanya mereka di kota Abwaa, temannya berdiri berjalan menuju sebuah pasar untuk membeli (bekal) makanan bagi mereka, dan Sulaiman pun duduk di tenda (menanti temannya).

☝️ Dan Sulaiman bin Yasar adalah seorang pria yang tampan dan gagah, termasuk pria yang berwajah sangat tampan, dan paling menjaga diri dari keharaman Allah!!

🏕 [Dalam penantiannya] ternyata ada seorang wanita dusun dari penduduk gunung memandangnya dari tenda (miliknya), dan ketika wanita itu melihat ketampanan Sulaiman dan kegagahannya maka turunlah dia dari atas bukit menemui Sulaiman, dengan memakai cadar dan sarung tangannya, kemudian dia datang dan berdiri di hadapan Sulaiman.

🌔 Kemudian dia membuka wajahnya yang laksana rembulan di malam purnama seraya berkata: "apakah engkau mau memberiku (sesuatu)?".

🏕 Maka Sulaiman pun menundukkan pandangannya dari wanita tersebut! Dan Sulaiman mengira bahwa dia adalah wanita miskin yang membutuhkan makanan, maka Sulaiman pun berdiri untuk memberikannya sebagian makanan (sisa perjalanan yang ada padanya).

👋⚡️ Dan ketika sang wanita melihat itu, dia pun berkata: "aku tidak menginginkan makanan ini, tetapi yang aku inginkan ialah apa yang dilakukan oleh seorang pria terhadap istrinya!!

🔥 Maka berubahlah wajah Sulaiman dan menjadi legam dan dia pun teriak sembari mengatakan: "sungguh Iblis yang telah mengirim dirimu kepadaku!!"

💦 Kemudian Sulaiman menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dan dia benamkan kepalanya diantara kedua lututnya, dan mulailah dia menangis dan berteriak!!

💨 Maka tatkala wanita cantik jelita tersebut melihat bahwa Sulaiman tidak ingin melihat kepada dirinya, dia pun menutupkan cadar ke wajahnya, dan berpaling kembali menuju tendanya.

👉 [Dan setelah beberapa saat] datanglah temannya yang telah membeli (bekal) makanan bagi mereka, dan tatkala melihat Sulaiman kedua matanya lembab karena tangisannya yang kuat dan terengah-engah suaranya, dia pun bertanya:

"Apa yang menyebabkanmu menangis?!!

Sulaiman menjawab: "baik-baik saja!! Aku teringat anak perempuan dan anak lelakiku!!

Dan temannya berkata: "tidak!! Pasti engkau mengalami sebuah kejadian!! Karena engkau meninggalkan anak-anakmu baru tiga hari atau lebih.

Dan temannya terus bertanya mendesaknya hingga Sulaiman pun memberitahukannya akan kisah seorang wanita bersamanya!! Maka temannya pun memutuskan perjalanan, dan mulailah dia menangis sejadi-jadinya dan Sulaiman pun bertanya (keheranan) kepadanya:

"Dan engkau sendiri, apa yang menyebabkan engkau menangis!!"

Maka temannya menjawab: "aku lebih berhak menangis daripada engkau!!"

Sulaiman pun berkata: "kenapa?!!!"

Dia menjawab: ❝ karena sejatinya aku lebih khawatir jika seandainya aku yang berada pada posisimu maka belum tentu aku bisa bersabar dari wanita tersebut!! ❞

💦 Maka mulailah Sulaiman bersama temannya menangis!!

🕋 Dan tatkala Sulaiman tiba ke kota Mekkah dan melakukan thawaf dan sa'i, beliau pun mendatangi Hijr dan berselimut dengan kainnya, kemudian beliau pun mengantuk dan tertidur sejenak.

💤 Maka beliau melihat di dalam mimpinya, seorang pria yang tampan dan gagah lagi tinggi, memiliki bentuk fisik yang indah dan beraroma wangi,

maka Sulaiman bertanya kepadanya: "siapa engkau -semoga Allah merahmatimu-?!!

Orang itu menjawab: "saya adalah Yusuf bin Ya'qub."

Sulaiman berkata: "engkau Yusuf Nabi yang jujur?"

Berkata Sulaiman: "sungguh kisah engkau bersama wanita pembesar kerajaan sangat mengagumkan."

Maka Yusuf 'alaihis salam berkata kepadanya: "bahkan kisahmu dengan wanita Abwaa tersebut lebih mengagumkan!!! 』

          •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
📚 Hilyah Al-Awliyaa' karya Abu Nu'aim (2/191).

----------------------------
💐 © ムη_ηί₭ααん.
【 💻 http://bit.do/An_Nikaah 】

➥ #kisah #menundukkan_pandangan

◇◇◇◇🌿🌷🌿🌷🌿◇◇◇◇

□ http://annisaa.salafymalangraya.or.id
□ http://bit.ly/NisaaAsSunnah