Minggu, 17 Januari 2016

SIFAT-SIFAT YANG DENGANNYA SEORANG MUSLIM BERHAK DIKATAKAN SEBAGAI SALAFI

SIFAT-SIFAT YANG DENGANNYA SEORANG MUSLIM BERHAK DIKATAKAN SEBAGAI SALAFI

1. Berhukum dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam semua sisi kehidupannya.

2. Berpegang pada penjelasan dari para Sahabat tentang setiap permasalahan agama secara umum dan lebih khusus lagi mengambil penjelasan mereka dalam masalah 'aqidah dan manhaj (jalan atau metode dalam beragama).

3. Tidak memperdalam masalah yang tidak dapat dinalar oleh akal.

4. Memperhatikan Tauhid Uluhiyah.

5. Tidak berdebat dan tidak bermajelis dengan Ahlul Bid'ah, tidak mendengarkan perkataan-perkataan mereka, dan tidak menyampaikan syubhat-syubhat mereka, ini adalah jalan para Salafush Shalih.

6. Bersemangat dan bersungguh- sungguh menyatukan jama'ah dan kalimat kaum muslimin di atas Al-Qur'an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salaf.

7. Menghidupkan Sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam ibadah, akhlak, dan semua sisi kehidupan sehingga mereka menjadi orang-orang yang terasing di tengah-tengah kaumnya.

8. Tidak fanatik melainkan kepada firman Allah dan Sabda Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa Sallam yang tidak berkata dari hawa nafsunya.

9. Melakukan amar ma'ruf nahi munkar.

10. Membantah setiap orang yang menyelisihi manhaj Salaf, baik muslim maupun kafir, setinggi dan serendah apapun kedudukannya, baik menyelisihinya itu dengan sengaja maupun karena kesalahan, dan hal itu tidak tidak termasuk menjelekkan dan menganggap rendah, tetapi termasuk nasihat dan kasih sayang terhadap orang yang dibantah.

11. Membedakan antara kesalahan yang berasal dari ulama-ulama Islam yang mendasari dakwahnya yang dimulai di atas Manhaj Ahlus Sunnah sehingga kesalahannya itu termasuk dalam ijtihad yang diberikan satu ganjaran sedang kesalahannya ditolak dan antara kesalahan-kesalahan para da'i penyeru bid'ah dari orang-orang yang mendasari dakwah mereka yang tidak dimulai dari manhaj Ahlus Sunnah sehingga kesalahan mereka terhitung sebagai perbuatan bid'ah.

12. Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan cara mentaati orang yang telah dijadikan Allah Ta'ala sebagai ulil amri (pemimpin) bagi kita, tidak memberontak kepada mereka, mendo'akan mereka dengan kebaikan dan keselamatan, dengan tetap menasihatinya secara jujur.

13. Hikmah dalam berdakwah hanya mengajak kepada jalan Allah Ta'ala.

14. Memberikan perhatian yang besar terhadap ilmu yang bersumber dari Al-Qur'an,  As-Sunnah, dan atsar Salaful Ummah serta mengamalkannya, dan meyakini bahwa umat ini tidak akan  menjadi baik kecuali jika mereka memperhatikan ilmu dan amal shalih.

15. Bersemangat melakukan tashfiyah (pemurnian) dalam setiap bidang agama dan Tarbiyah (mendidik) generasi di atas ajaran yang telah dibersihkan tersebut.

✒ Al-Ustâdz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafizhahullâh
📝 Buku Mulia dengan Manhaj Salaf (Bab 7)

♻Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📁Grup WA & TG Dakwah Islam
📩TG Bot : @DakwahIslam_Bot
🌐TG Channel : @DakwahIslam

Share yuk semoga saudara anda mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

0 komentar:

Posting Komentar